Apakah Muhammad Memperkosa Safiyah?

Apakah Muhammad Memperkosa Safiyah?
Oleh: Ali Sina
2 Januari, 2010

Amir adalah salah seorang dari banyak Muslim yang menulis padaku untuk menantangku berdebat. Aku katakan padanya bahwa aku aku hanya mau berdebat dengan para ahli Islam yang terkenal, atau dengan Muslim yang mau membaca bukuku. Amir menerima tantanganku untuk membaca bukuku. Aku kirim dia bukuku versi keempat dalam bentuk PDF. Setelah membaca bukuku, Amir mengalami keadaan murtad atau hampir murtad. Tak ada seorang pun yang baca bukuku dan tetap masih percaya akan Islam.

Kebanyakan Muslim yang menerima bukuku tidak pernah menulis kembali padaku. Aku yakin mereka jadi takut dan berhenti membaca. Beberapa dari mereka cukup berani untuk membaca sampai habis. Amir adalah salah satu dari mereka.

Dia ajukan beberapa pertanyaan. Pada dasarnya, dia ingin aku “mengajukan bantahan” terhadap tulisan Bassam Zawadi. Selama ini aku tidak begitu mempedulikan Zawadi karena artikel² yang ditulisnya tentang Muhammad malahan membenarkan apa yang kukatakan. Akan tetapi demi kepentingan orang² yang tak mampu melihat hal ini, aku akan mengabdikan bulan² berikut untuk menjawab pernyataan Pak Zawadi.

Berikut adalah e-mail dari Amir dan jawabanku atas pertanyaan pertamanya tentang Safiyah, istri Muhammad berdarah Yahudi. Kisahnya tercantum di sini.

Amir:


Hai Pak Ali Sina,
Jujur saja kukatakan padamu: IYA, bukumu memang telah menggoncangkan iman Islamku yang kecil dan dangkal. Sekarang aku ingin jawabanmu satu per satu terhadap semua argumen yang kuajukan, yang ditulis oleh para ahli Islam, seperti yang telah kau janjikan padaku dan membantuku untuk meninggalkan Islam selamanya, ATAU biarkan aku berada dalam keraguan dan kebingunan yang nantinya akan membuatku melawan pikiranku, keluargaku, dan masyarakatku. Tapi Pak Sina, kuharap kau melakukan pilihan pertama.

Tuduhan Nomer 1: “Tukang Perkosa”
Sungguh menarik bahwasanya Ali Sina menganggap Nabi memperkosa Safiyyah. Kita tak perlu menanggapi tuduhan² tolol ini, dan sebaiknya membahas hal penting lain saja. Tapi jika ada orang yang tertarik untuk mengetahui tentang Safiyyah, maka silakan baca artikel hebat yang ditulis oleh saudara kita Bassam Zawadi:

http://www.answering-christianity.com/b … rophet.htm


Dalam bantahannya, Basam Zawadi mengutip berbagai hadis untuk membuktikan bahwa tidaklah adil untuk mengatakan pernikahan Muhammad dengan Safiyyah adalah perkosaan, karena sebenarnya Safiyyah mencintai Muhammad. Inilah yang ditulisnya:


Zayd ibn Aslam berkata, “Ketika Nabi sangat sakit dan hampir mati, istri²nya datang mengelilinginya. Safiyyah binti Huyyayy berkata,’ Wahai Rasul Allah, demi Allah, aku ingin berada di tempatmu.’ Mendengar perkataannya, istri² Nabi mengedipkan sebelah mata padanya. Sang Nabi melihat perbuatan mereka dan berkata, ‘Cuci mulut kalian.’ Mereka berkata, ‘Kenapa kok gitu, Rasul Allah?’ Dia berkata, ‘Karena kau mengedipkan mata padanya, demi Allah, dia berkata jujur.’”
(ref. Ibn Sa’d, Tabaqat, vol. 8, p.101, Cited in Muhammad Fathi Mus’ad, The Wives of the Prophet Muhammad: Their Strives and Their Lives, hal.175)



Image

Untuk mengerti dinamisme keadaan, kita harus menelaah lebih jauh pernyataan² dalam hadis ini. Setiap kejadian, jika dilihat sebagai satu kejadian saja, maka maknanya akan tampak kabur. Jika kita kumpulkan berbagai hadis jadi satu, seperti susunan gambar teka-teki, maka gambar sebenarnya akan muncul.

Safiyah adalah tawanan perang, dalam segala makna. Ayahnya dan pamannya dipenggal, dan suaminya disiksa sampai mati. Semua saudara lelaki dan anggota keluarga lakinya dibantai dan anggota keluarga wanitanya diperbudak oleh Muslim. Akhirnya dia ditinggal seorang diri saja dan dalam keadaan tertangkap musuh.

Apakah masuk akal bahwa orang waras dalam keadaan seperti Safiyah bisa jatuh cinta pada penangkapnya dan pembunuh orang² yang dicintainya? Tentu saja tidak masuk akal sama sekali.

Sains telah berkembang dalam setiap bidang, termasuk psikologi. Banyak kejadian yang mengherankan banyak orang selama berabad-abad, terutama tentang Muhammad dan kehidupannya, sekarang bisa dijelaskan melalui penemuan² di bidang psikologi. Bukuku, Mengenal Muhammad, adalah analisa psikologi tentang Muhammad. Ini adalah satu²nya buku yang membahas hal ini.

Jawaban dari pertanyaan ini tercantum di bagian delapan, edisi kelima bukuku. Amir, kau baca edisi yang keempat. Berikut adalah keterangan singkatku.

Image
Cameroon Hooker

Cameroon Hooker, orang sakit jiwa, menculik Colleen Stan, gadis usia 20 tahun, dan menyimpa Colleen dalam kotak kayu seperti peti mati di bawah tempat tidurnya selama tujuh tahun. Setelah Colleen berhasil melarikan diri, dia tidak melaporkan Hooker pada polisi. Hooker ditangkap polisi setelah istrinya mengaku apa yang diperbuat suaminya, karena seorang pendeta menasehatinya untuk melaporkan suaminya pada polisi.

Dalam pengadilan, Colleen tidak membantu pihak Jaksa Penuntut. Lebih parah lagi, pengacara Hooker malahan menayangkan bukti surat cinta yang ditulis oleh Colleen bagi Hooker.

Image
Colleen Stan

Fakta sudah jelas. Colleen diculik, hidupnya terancam, dan dia disekap dalam kotak kayu selama tujuh tahun.

Lalu mengapa Colleen tidak membantu pihak Jaksa Penuntut? Kenapa bikin surat cinta segala? Para juri tidak bisa menunjuk bahwa Hooker bersalah karena Colleen tidak tampak marah akan apa yang dialaminya. Teka-teki aneh ini terpecahkan oleh seorang ahli jiwa yang menjelaskan bahwa dibawah tekanan berat, para tawanan biasanya mengalami perkembangan perasaan cinta dan kesetiaan terhadap para penawannya. Inilah yang disebut sebagai sindrom Stockholm.

Image
Colleen Stan dikurung dalam kotak kayu ini selama tujuh tahun di bawah tempat tidur Hooker.

Sindrom ini merupakan mekanisme penyesuaian diri pada keadaan yang begitu mengerikan. Hooker lalu dihukum seumur hidup, tanpa diberikan hak untuk mengajukan pembebasan bersyarat.

Hanya melalui keterangan psikologi manusia macam ini kita bisa mengerti pernyataan aneh cinta Safiyah terhadap pembunuh orang² yang paling dikasihinya.


Read More

Posted on 8 July 2011, in moral and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: