Buku Ali Sina: MENGENAL MUHAMMAD

Silakan download buku Ali Sina Mengenal Muhammad atau baca dari scribd:
http://www.scribd.com/doc/24493953/Mengenal-Muhammad

Terima kasih banyak aku ucapkan kepada rekan2 setia FFI (pod-rock, curious, ali5196) yang telah bekerja keras membantu menerjemahkan buku ini.
=================================
MENGENAL MUHAMMAD
Author: Ali Sina on Sunday, June 03, 2007 – 01:49 PM
Bukuku yang berjudul Understanding Muhammad: The Psychobiography of Allah’s Prophet (Mengenal Muhammad: Psikobiografi Sang Nabi Allah), sekarang telah bisa dibeli. Awalnya buku ini berjudul Understanding Islam and the Muslim Mind (Mengenal Islam dan Cara Pikir Muslim). Tapi tulisannya lalu jadi terlalu panjang dan aku memutuskan untuk membaginya dalam dua buku. Buku pertama adalah tentang Muhammad dan buku kedua yang belum diterbitkan adalah tentang Mengenal Muslim (Understanding Muslims).

Pendahuluan:

Setelah serangan 9/11 di Amerika, seorang ibu Amerika mengatakan padaku dengan gundah bahwa putranya yang berusia 23 tahun telah memeluk Islam. Dia menikahi seorang Muslimah yang tidak pernah bertemu sebelumnya dalam pernikahan yang diatur oleh imamnya. Sekarang mereka telah punya seorang bayi. Putranya ingin pergi ke Afghanistan untuk bertempur bersama para Taliban untuk membunuhi tentara2 Amerika dan mati sebagai martir. Ibu ini juga mengatakan beberapa tahu sebelumnya, putranya berkata padanya bahwa setelah Islam menguasai Amerika, dia tidak akan ragu lagi untuk memancung kepala ibunya jika perintah untuk membunuh kafir dikumandangkan.

****

Samaira Nazir adalah wanita warga negara Inggris keturunan Pakistan berusia 25 tahun yang cerdas dan berpendidikan tinggi. Dia ditusuk sampai mati. Tenggorokannya disayat oleh saudara lakinya yang berusia 30 tahun dan saudara sepupunya yang berusia 17 tahun di rumah orang tua Samaira sendiri. Samaira dituduh mempermalukan keluarganya karena telah jatuh cinta dengan seorang pemuda Afghan yang dianggap keluarganya berasal dari tingkat sosial lebih rendah dan Samaira menolak dikirim balik ke Pakistan. Di bulan April 2005, Samaira dipanggil keluarganya sendiri dan seluruh keluarganya menyergapnya. Seorang tetangga menyaksikan Samaira berusaha melarikan diri tapi rambutnya dijenggut ayahnya dan menariknya masuk kembali ke dalam rumah dan lalu membanting daun pintu dengan keras. Samaira terdengar berteriak, “kau bukan ibuku lagi,” yang mengartikan bahwa ibunya pun terlibat dalam pembunuhan darah dingin ini. Keponakannya yang berusia 2 dan 4 tahun disuruh menonton pembunuhan ini, selagi tetangga2 mendengar mereka berteriak-teriak. Muncratan darah yang mengenai keponakan2 Samaira menunjukkan mereka berdiri tidak jauh dari kejadian pembunuhan. Seluruh keluarga Samaira berpendidikan dan berkecukupan.

****

Muhammad Ali al-Ayed, 23 tahun, adalah putra jutawan Saudi yang tinggal di Amerika Serikat. Di saat petang di bulan Agustus, 2003, dia memanggil kawannya seorang Yahudi Maroko bernama Sellouk untuk bertemu. Keduanya minum di sebuah bar sebelum pergi ke apartemen Al-Ayed sekitar tengah malam. Al-Ayed mengambil pisau dan menusuk kawan Yahudinya sampai bagian tubuh kawannya hampir terpisah. Rekan kamar Al-Ayed berkata pada polisi bahwa kedua orang itu “tidak berdebat sebelum akhirnya Al-Ayed membunuh Sellouk.” Alasan tindakan pembunuhan darah dinginnya adalah karena “perbedaan agama”, demikian kata pengacara Ayed.

****

Mohammad Taheri-azar berusai 25 tahun dan adalah keturunan Iran lulusan University of North Carolina. Suatu hari di bulan Maret 2006, dia menyewa sebuah mobil jip dan mengendarakannya pelan2 ke dalam kampus University of North Carolina. Lalu tiba2 dia menginjak gas menabrak sekelompok mahasiswa dengan tujuan membunuh orang sebanyak mungkin. Dia menabrak 9 orang dan melukai 6 orang.

****

Sanao Menghwar dan istrinya adalah pasangan Hindu yang tinggal di Karachi, Pakistan. Di suatu petang di bulan November, 2005, mereka pulang kerja dan terkejut ketika mendapatkan ketiga putri mereka hilang. Setelah dua hari mencari dengan sia2, mereka menemukan putri2 mereka telah diculik dan dipaksa masuk Islam. Polisi menangkap pemuda2 Muslim yang melakukan penculikan, tapi mereka semua dilepaskan pengadilan karena masih belum berusia dewasa. Ketiga putri mereka tetap hilang.

“Menculik gadis2 Hindu sudah jadi tindakan lumrah. Gadis2 ini dipaksa menandatangani kertas perjanjian bercap yang menyatakn mereka telah jadi Muslim,” kata Laljee, seorang warga Hindu di Karachi. “Masyarakat Hindu terlalu takut untuk menunjukkan kemarahannya – mereka takut jadi korban Muslim,” tambahnya.

Banyak gadis2 Hindu yang mengalami nasib yang sama di Pakistan. Mereka diculik, diIslamkan dengan paksa dan dipaksa kawin dengan seorang Muslim sedangkan orangtua mereka tidak diperbolehkan menjenguk atau bicara dengan mereka. “Gadis Muslimah tidak boleh lagi berhubungan dengan kafir”, kata Maulvi Azis, seorang imam Muslim yang mewakili seorang penculik Muslim dalam kasus berbeda ketika kasus itu disidangkan di pengadilan.

Ketika seorang gadis Hindu diIslamkan, ratusan Muslim turun ke jalan dan berteriak2 mengucapkan slogan2 agama Islam. Jeritan tangis orangtua gadis tersebut tidak didengar pihak Pemerintah. Gadis malang itu diancam jika meninggalkan Islam (murtad), maka mereka akan dibunuh. Banyak kejadian di mana pengacara2 enggan membela keluarga korban karena takut dibunuh kaum ekstrimis Islam.

****

Di bulan Oktober 2005, tiga gadis remaja berjalan di perkebunan coklat dekat kota Poso di Indonesia. Para gadis ini sekolah di sekolah swasta Kristen. Mereka diserang dan dipenggal oleh sekelompok Muslim. Polisi mengatakan kepala2 mereka ditemukan jauh dari badan2 mereka dan satu kepala diletakkan di depan sebuah gereja. Muslim militan mengarahkan serangan pada propinsi Sulawesi tengah dan yakin tempat ini bisa dijadikan batu pijakan untuk berdirinya negara Islam. Di tahun 2001 dan 2002, para Muslim menyerang masyarakat Kristen di propinsi itu. Penyerangan ini menarik pasukan militan Islam dari seluruh Indonesia dan mengakibatkan lebih dari 1.000 orang Kristen mati.

****

Muriel Degauque adalah orang Belgia yang berusia 38 tahun. Menurut tetangganya yang telah mengenalnya sejak kecil, Muriel dulu adalah gadis kecil yang “benar2 normal” yang suka naik papan luncur di salju ketika musim dingin. Dia masuk Islam dan lalu menikah dengan seorang Muslim. Tak lama setelah itu, dia pergi bersama suaminya ke Irak melalui Syria. Di Irak dia meledakkan dirinya sendiri sebagai tindakan serangan terhadap patroli polisi Irak pada tanggal 9 November, 2005. Lima polisi mati dan seorang komandan polisi dan 4 warga sipil luka2 berat.

Semua perbuatan2 di atas adalah gila, tapi yang ironis adalah semua pelaku perbuatan2 itu adalah orang2 yang waras. Mereka tidak sakit jiwa. Apakah yang membuat mereka melakukan tindakan2 kriminal yang sedemikian keji? Jawabnya adalah: Islam. Kejadian2 di atas adalah kejadian2 yang biasa terjadi di dunia Islam. Di mana2 para Muslim sibuk membunuhi orang2 demi kepercayaan mereka.

Mengapa? Apa yang membuat orang waras melakukan perbuatan demikian keji? Mengapa banyak Muslim yang sedemikian marahnya terhadap orang lain, sedemikian sukanya berperang sehingga gampang sekali melakukan kekerasan? Jutaan Muslim melakukan kekacauan masal, protes keras, dan membunuh orang2 tak berdosa di setiap saat, di mana2, dan mereka lalu mengutip perkataan2 Muhammad. Tingkah laku ini tidak masuk akal. Tapi pelakunya adalah orang2 waras. Bagaimana kita menjelaskan hal ini?

Untuk bisa mengerti hal ini, kita harus tahu bahwa Muslim diharapkan untuk berpikir seperti nabi mereka. Sehingga akibatnya, sifat, iman, pikiran dan perilaku Muslim mencerminkan sifat dan pikiran Muhammad. Karena Muhammad adalah contoh segala kebajikan dalam Islam, maka diharapkan Muslim menirunya pula dalam segala hal, melakukan apa yang dia lakukan, dan berpikir seperti cara dia berpikir. Secara keseluruhan akibatnya adalah Muslim mengambil jatidiri Muhammad dan meninggalkan jatidiri, hati nurani dan kepribadian mereka secara mendalam. Sewaktu Muslim telah menempati dunia narsistik Muhammad dan secara persis meniru contoh perbuatannya, mereka menjadi penerus dirinya. Muslim bagaikan ranting dari pohon Islam dan akar dari pohon ini adalah Muhammad. Muslim menyerap sifat, kelakukan dan pikiran Muhammad. Bisa dikatakan bahwa setiap Muslim bagaikan Muhammad sendiri dalam ukuran kecil. Karena itu, untuk bisa memahami Muslim secar pribadi atau kelompok, kita per-tama2 harus tahu dan mengenal Muhammad.

Sebenarnya sangat riskan untuk menyelidiki Muhammad karena para Muslim sangat gampang tersinggung jika ada orang yang berani mengritik nabi mereka. Komentar apapun yang paling remeh sekalipun sanggup membuat Muslim mata gelap. Meskipun Muslim tidak tersinggung jika orang lain mengritik masyarakat Muslim, tapi mereka sangat menolak segala kritik terhadap nabi mereka.

Tidak mungkin untuk melakukan pengamatan jiwa secara seksama dari orang yang sudah mati berabad-abad yang lalu. Akan tetapi, terdapat banyak keterangan rinci tentang kehidupan Muhammad dan perkataannya dicatat secara seksama. Banyak catatan yang di-lebih2kan dan penuh hiperbola. Sudah bisa diduga bahwa pengikutnya akan menaikkan status nabi mereka, dengan mengarang keajaiban2 yang diciptakannya dan menampakkan dirinya sebagai orang suci. Akan tetapi di biografi Muhammad (Sirat Rasul Allah), kita juga bisa membaca ribuan keterangan yang tidak menampakkan dia sebagai orang suci, tapi malah menampakkan dirinya sebagai orang yang jahat, keji, licik, dan bahkan menderita penyimpangan seksua. Tiada alasan untuk mengira kisah2 ini dikarang saja tanpa fakta. Para pengikutnya tidak mungkin menggambarkan nabi mereka sebagai tokoh jahat. Jika kisah2 ini tertulis, dikisahkan oleh banyak sahabat2nya yang percaya dan mengasihinya, maka kemungkinan besar kisah2 itu memang benar.

Kisah hidup nabi yang terus-menerus berlangsung disebut sebagai mutawattir. Kisah ini diwariskan ke generasi berikutnya melalui banyak mata rantai penyampai cerita dari berbagai kalangan. Tidak mungkin orang2 penyampai cerita yang hidup di tempat yang berbeda dan punya pemahaman berbeda dapat berkumpul bersama untuk mengarang kebohongan yang persis sama tentang nabi mereka.

Dengan mempelajari kisah kehidupan sang nabi (hadis) dan Al-Qur’an, yakni buku yang dipercayai setiap Muslim berisi kata2 Tuhan secara harafiah, maka kita bisa mengintip jalan pikir Muhammad untuk mengerti perbuatannya dan mengapa dia berbuat demikian. Aku akan mengutip pendapat2 dan teori2 dari berbagai ahli jiwa (psikolog dan psikiatris), dan membandingkan apa yang diperbuat Muhammad dengan analisa para ahli jiwa. Semua sumber yang kukutip adalah para ahli di bidang psikopatologi. Apa yang mereka katakan dapat diterima akal sehat dan diakui oleh kebanyakan para ahli di bidang ini.

Buku ini bukanlah penelaahan kejiwaan orang yang hidup 1.400 tahun yang lalu tapi lebih bertujuan untuk mengungkapkan karisma Muhammad. Muhammad bagaikan sebuah misteri bagi banyak orang, terutama bagi pengikutnya yang menerima dongeng dan pesona Muhammad secara menyeluruh tapi tidak mau meninjau lebih jauh daripada itu. Perbuatannya sangat jauh dari perbuatan orang suci, tapi dia menunjukkan semua tanda2 bahwa dia benar2 percaya akan perbuatannya. Bagaimana mungkin orang yang begitu penuh dendam, kejam, dan rusak moral bisa memiliki karisma besar yang tidak hanya menyihir sahabat2nya saja, tapi juga milyaran orang2 dalam waktu ber-abad2?

Michael Hart dalam bukunya The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History menempatkan Muhammad di ranking nomer satu, lalu diikuti oleh Isaac Newton, Yesus Kristus, Buddha, Kong Hu Cu and Paulus. Daftar nama yang dibuat Hart itu tidak mengindahkan apakah pengaruh tokoh tersebut adalah pengaruh buruk atau baik. Dalam daftarnya juga tercantum berbagai penguasa kejam seperti Adolph Hitler, Mao Ze Tung dan Joseph Stalin. Bahkan nama Niccolò Machiavelli juga tercantum dalam daftar itu. Bagaimana orang seperti Muhammad yang tidak berkemanusiaan bisa jadi orang yang paling berpengaruh dalam sejarah? Dalam buku ini aku berusaha mengungkapkan jawaban pertanyaan ini lebih berhubungan dengan keadaan jiwa manusia daripada apa yang diperbuat Muhammad.

Islam menyebabkan pertumpahan darah lebih banyak daripada sebab2 lain di dunia. Menurut beberapa ahli sejarah, di India saja, lebih dari 80 juta orang dibunuh pedang Islam. Jutaan orang mati dibunuh di Persia, Mesir, dan banyak negara lain yang diserang penggarong Muslim, sewaktu ditaklukan dan sewaktu dijajah berabad-abad kemudian. Hal ini terus berlangsung sampai hari ini.

Para Muslim sering membual, “Kami lebih cinta kematian daripada kehidupan.” Mereka membuktikannya dengan terjadinya ribuan serangan teroris di tahun2 terakhir. Bagaimana mungkin Muhammad seorang diri mampu mempengaruhi begitu banyak orang, yang dengan senang hati mati baginya dan bahkan tidak ragu mengorbankan anak2 mereka sendiri demi dia? Mengapa 25 dari 28 perang yang sedang berlangsung didunia, ternyata melibatkan Muslim yang jumlahnya hanya seperlima jumlah manusia seluruh dunia? Berdasarkan statistik ini, Muslim secara kelompok punya kecenderungan 33 lipat kali lebih besar untuk menggunakan kekerasan sebagai jalan keluar suatu masalah dibandingkan manusia2 non-Muslim. Mengapa bisa demikian?

Islam adalah hasil pikiran Muhammad. Muslim membaca kata2nya dalam Al-Qur’an dan hadis dan mengikuti semua perbuatannya secara seksama dalam hidupnya. Bagi mereka, dia adalah makhluk terbaik, manusia paling sempurna, dan teladan yang patut dicontoh. Mereka percaya jika Muhammad melakukan sesuatu, tidak peduli sebiadab apapun, maka itu adalah tindakan yang benar. Tidak ada pertanyaan dan tidak ada masalah moral yang dipertanyakan.

Buku ini menyampaikan dua masalah. Yang pertama adalah Muhammad menderita kelainan jiwa narsistik. Yang kedua adalah Muhammad menderita temporal lobe epilepsi (Adadeh: sebelum epilepsi terjadi, sang penderita mengalami perasaan gundah atau berkhayal mendengar suara, mencium bau atau mengecap rasa). Ada kemungkinan Muhammad juga menderita sakit mental lainnya tapi kepribadian dan kelainan jiwanya menjelaskan keseluruhan fenomena yang dikenal sebagai Muhammad. Buku ini menunjukkan sejumlah besar bukti bahwa Muhammad memang sakit jiwa. Meskipun dia percaya akan tujuannya dan benar2 tulus akan kesaksiannya, tapi dia tidak mampu membedakan khayalan dan kenyataan. Orang2 saingannya dan yang kenal dekat dengannya memanggil Muhammad dengan julukan majnun (sinting, gila, kerasukan jin). Mereka akhirnya tunduk di bawah penindasannya dan suara mereka yang waras diberangus. Penemuan2 baru tentang otak manusia akhirnya membela mereka. Tapi kita harus tetap ingat, walaupun menderita kelainan jiwa, seorang narsisis tetap sadar bahwa dia bohong dan dialah yang terlebih dahulu harus percaya akan kebohongannya sendiri.

Meskipun buku ini tidak khusus ditulis bagi kaum Muslim, tapi aku menulisnya bagi mereka. Seperti yang dikatakan dalam pepatah Persia, aku bicara pada pintu agar tembok dapat mendengarnya. Cukup sudah disebut Muhammad adalah perampok, pembantai masal, gangster penggarong, pedofil, pembunuh, haus wanita, dll. Muslim telah mendengar semua itu, dan tetap percaya padanya tanpa berkedip. Anehnya, beberapa dari mereka yang membaca tulisan2ku di Internet berkata bahwa “iman Islam mereka bertambah.” Mereka telah menerima Muhammad sebagai manusia unggul dan “karunia belas kasih Tuhan atas manusia.” Mereka tidak menilai dia sebagai nabi dengan standard moral dan kesadaran manusia. Sebaliknya, mereka percaya dia menetapkan standard moral. Bagi mereka, bagus atau buruk, baik atau jahat tidak ditentukan oleh Hukum Emas, dan konsep moral ini sungguh asing bagi jiwa Muslim. Bagi mereka baik dan buruk ditentukan dari halal dan haram, nilai2 agama Islam yang tidak mengenal logika, etika, atau moralitas.

Kalian bisa membeli buku ini di Lulu.com, Amazon.com atau toko buku internet yang lain. Tapi kuanjurkan kau beli lewat toko buku lokal seperti Chapters, Barnes & Noble, dll. Selain harganya lebih murah, jika ada beberapa pesanan, manajer toko akan memesan tambahan buku dan memajangnya di dalam tokonya. Ini hal yang baik untuk mempromosikan buku ini. Jangan lupa menulis pendapatmu tentang bukuku dan cantumkan di berbagai website. Aku akan menghargai jika kau bersedia memberi link tentang bukuku ke website lain.

Buku ini merupakan awal dari akhir Islam. Begitu kau membacanya, kau tidak akan menilai Islam dengan cara yang sama lagi.

Ini nomer ISBN: 978-1-4303-2992-3
Ini link-nya: http://www.lulu.com/content/787599

 
Mengenal Muhammad
Sebuah Psychobiografi Sang Rasul Allâh

Oleh Ali Sina

Tentang Pengarang
Aku adalah warga negara Kanada keturunan Iran. Aku menerima pendidikan Islam di sekolah saat negara Iran masih sekuler dan kebangkitan Islam, meskipun sudah tampak beriak di permukaan, belum meledak. Saat itu hanya sedikit orang yang menyadari keadaan sebenarnya. Aku meninggalkan Iran sewaktu remaja sebelum terjadi Revolusi Islam untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Eropa. Di Eropa aku belajar berpikir merdeka dan tentang demokrasi. Demokrasi adalah konsep yang sama sekali asing dalam pemikiran Muslim sampai2 tiada kata yang sama artinya dengan kata ini dalam bahasa Arab atau bahasa lain yang dipakai Muslim. Jika mereka tidak punya kata untuk istilah tertentu, maka mereka tidak tahu apa maknanya pula.

Setelah belajar sejarah filosofi Barat dan melihat perkembangannya yang mengakibatkan terjadinya Renaisans dan Pencerahan, aku mengambil kesimpulan bahwa dunia Muslim terbelakang karena mereka tidak memiliki kebebasan dalam berpikir. Akan tetapi, baru setelah membaca Qur’an dari halaman pertama sampai akhir, aku untuk pertama kalinya menyadari alasan keterbelakangan Muslim adalah Islam.

Setelah membaca Qur’an, aku kaget sekali. Aku sangat terkejut melihat kekerasan, kebencian, ketidaktepatan, kesalahan sains, kesalahan matematika, logika yang jungkir balik, kesalahan tata bahasa dan ketetapan etika yang tidak jelas. Setelah masa penuh rasa bimbang, bersalah, tak tentu arah, bathin tertekan, dan marah, akhirnya aku mengambil kesimpulan bahwa Qur’an bukanlah buku Tuhan, tapi buku penuh ayat2 setan, kepalsuan dan hasil dari pikiran yang sakit jiwa. Aku merasa seperti terjaga dan menyadari apa yang kualami bagaikan mimpi.

Setelah mempelajari literatur2 Islam yang diakui Muslim, seperti hadis dan Sirat Rasul Allah (biografi Muhammad), aku jadi yakin bahwa penyakit2 yang dialami dunia Muslim disebabkanoleh Islam dan agama ini merupakan ancaman serius bagi umat manusia. Seperti yang selanjutnya dapat dibaca di buku ini, Islam adalah paham yang menghancurkan dan anti kemanusiaan yang langsung mencerminkan pikiran Muhammad.
Aku melancarkan anti-jihad di tahun 1998. Pikiran untuk merubah Islam tidaklah mungkin. Islam bagaikan batu yang keras. Kau tidak dapat membentuknya, tapi kau bisa menghancurkannya berkeping-keping dan menggerusnya. Para Muslim sadar akan kelemahan Islam dan itulah sebabnya mereka begitu tidak toleran pada kritik akan Islam. Islam itu bagaikan rumah kartu, yang ditunjang kebohongan2; yang dibutuhkan untuk menghancurkannya adalah menantang satu dari kebohongan2 yang saling berkaitan menopang Islam. Islam bagaikan gedung yang tinggi, yang berdiri di atas pasir; begitu pasir disingkirkan dan fondasi diperlihatkan maka struktur bangunan akan runtuh dengan sendirinya.
Di tahun 2001, aku mengumumkan bahwa Islam akan lenyap bagaikan kenangan buruk dalam waktu sekitar tiga dekade dan akan banyak yang menyaksikan akhir Islam di masa hidupnya. Pernyataanku mengejutkan banyak orang. Aku akui akupun awalnya ragu untuk menyatakan hal itu karena akan banyak orang yang mengatakan hal itu tidak masuk akal dan bahkan ngawur. Tapi semakin aku memikirkan hal itu, semakin yakin pula aku. Saat ini, banyak orang lain yang juga melihat proses kematian Islam yang tidak dapat dihindari lagi. Bisikan2 kritik Islam terdengar di mana2, baik dari mereka yang lahir di dunia Islam atau bukan. Sudah semakin jelas tampak bahwa masalahnya bukan terletak pada diri Muslim dan bagaimana mereka mengertikan Islam, tapi pada Islam itu sendiri.
Muslim adalah korban utama dari Islam. Tujuanku menulis buku tidak hanya untuk menunjukkan bahaya Islam, tapi juga menyelamatkan Muslim dari belenggu kebohongan ini. Aku ingin menyelamatkan mereka dari usaha meledakkan dunia, membuat mereka sadar bahwa umat manusia adalah satu keluarga, dan menolong mereka bersatu kembali dengan umat manusia, untuk hidup makmur dan damai. Aku mengharapkan kesatuan umat manusia, tidak dengan menawarkan paham kepercayaan baru yang akhirnya malah sering memecahbelah manusia, tapi dengan menunjukkan dan menghapus kepercayaan penuh kebencian yang terutama di dunia.

Banyak Muslim yang bingung dan tidak tahu harus mencari jawaban ke mana. Mereka sudah siap untuk meninggalkan Islam tapi tidak tahu harus berbuat apa. Mereka memerlukan jawaban dan kelompok yang mendukungnya. Site yang kudirikan yakni www.faithfreedom.org bertujuan untuk memberi keterangan yang dibutuhkan Muslim yang bingung. Teknologi internet memungkinkan seorang netter merahasiakan jati diri dan jadi anonim. Internet merupakan tempat ideal bagi murtadin untuk bertukar pikiran, menjelaskan keraguan yang dialami, membagi pengalaman, mendukung dan meneguhkan satu sama lain. Islam sudah runtuh sejak dulu jika Muslim dapat bertanya secara kritis akan ajaran ini tanpa merasa takut kehilangan nyawanya. Islam terus ada sampai kini hanya karena Islam berhasil memberangus semua kritik.

www.faithfreedom.org dibaca jutaan orang di seluruh penjuru dunia. Site ini jadi ajang pertemuan mereka yang khawatir akan ancaman Islam dan ingin tahu apa yang menyebabkan beberapa Muslim begitu membenci dan melakukan perbuatan2 biadab. Faith Freedom International (FFI) telah berkembang menjadi suatu gerakan. FFI adalah gerakan murtadin yang bertujuan untuk (a) mengungkapkan Islam yang sebenarnya dan menunjukkan ideologi penjajahannya yang sama seperti Nazisme tapi dibungkus rapi dalam kedok agama, dan (b) untuk menolong Muslim meninggalkan Islam, menghentikan budaya benci yang menyebabkan timbulnya anggapan “kami” (Muslim) lawan “mereka” (non-Muslim) dan merangkul umat manusia secara damai. Murtadin baru bermunculan setiap hari dan mereka pun pada gilirannya menjadi prajurit2 terang lawan kegelapan dan jumlah mereka semakin banyak. Yang awalnya hanyalah riak sekarang telah menjadi gelombang. Dalam perang ini, pihak musuh beralih menjadi rekan dan bahkan sekutu terbaik!
Jim Ball yang adalah penyiar radio utama Sidney menulis: “Ali Sina adalah murtadin Iran yang memelopori website faithfreedom.org. Bersama-sama dengan murtadin2 lainnya seperti Ibn Warraq, Sina adalah ujung tombak gerakan murtadin pertama dalam sejarah Islam. Hal ini dimungkinkan terjadi dalam sepuluh sampai lima belas tahun terakhir karena imigrasi Muslim ke tanah Barat dan perkembangan teknologi internet…. Tidak berlebihan untuk mengatakan jika orang2 seperti Ali Sina, Ibn Warraq dan Wafa Sultan selamat dari ancaman mati bagi yang meninggalkan Islam, maka Islam tidak akan tampak sama lagi.”

Aku sekarang adalah Humanis Sekuler dan Pendukung Demokrasi. Secara politik, aku tidak berpihak pada paham politik kiri atau kanan. Tapi aku bersikap kritis atas politik kiri yang tidak mengerti dan mendukung Islam padahal itu berarti bunuh diri. Dalam pandangan mereka yang keliru, pihak politikus kiri yakin siapapun yang menentang Kristen Yudaisme harus didukung. Sedangkan yang mendukung Islam layak dikecam.

Ali Sina

Penghargaan

Aku berterima kasih atas banyak orang yang menolongku menulis buku ini. Mereka memperbaiki Inggrisku dan menawarkan kritik membangun yang berharga. Sayangnya, aku tidak dapat menyebut nama2 mereka. Ini karena aku sendiri tidak tahu nama asli mereka. Meskipun mereka tetap tanpa nama, aku berhutang budi sangat banyak pada mereka.

Aku juga ingin mengucapkan terima kasih kepada rekan2 yang menyumbangkan waktu mereka untuk mengawasi kelangsungan faithfreedom.org sebagai administrator, editor, dan moderator di forum2 FFI. Bantuan mereka memungkinkan aku untuk menyelesaikan buku ini.
Perang melawan terorisme Islam dilakukan oleh pahlawan2 tanpa nama. Orang2 inilah yang menyumbangkan waktu dan bakat mereka untuk menyadarkan dunia atas ancaman Islam. Mereka tidak minta apa2 sebagai imbalan dan tetap tanpa nama.

Kata Pengantar
Oleh Ibn Warraq

Dr. Ali Sina lahir dari keluarga Muslim Iran. Beberapa anggota keluarganya adalah Ayatollah2. Seperti kebanyakan orang Iran yang berpendidikan tinggi, dia dulu percaya bahwa Islam adalah agama kemanusiaan yang menghargai hak2 azasi manusia. Tapi Dr. Sina juga dianugerahi pemikiran yang kritis, semangat bertanya, meneliti, dan melihat bukti yang nyata. Yang dia perlahan-lahan temukan tentang Islam sangat mengejutkan dirinya secara moral dan intelek. Hal ini membuat dia sadar, jauh sebelum terjadinya peristiwa 11 September, 2001, bahwa jika tiada orang yang menunjukkan wajah asli Islam agama yang sejak lahir dianutnya, maka dunia akan menghadapi sistem pemikiran dan kepercayaan yang tidak hanya akan menghancurkan dunia Barat saja, tapi seluruh budaya manusia pula. Sejak dia menyadari hal ini, Dr. Sina mengabdikan hidupnya untuk melakukan diskusi, kritik yang menunjukkan sisi Islam yang gelap. Hal ini dilakukannya di website-nya Faith Freedom International dan pernyataannya banyak dikutip berbagai sumber.

Pihak Barat dapat memanfaatkan murtadin seperti Dr. Sina, sama seperti dulu pihak Barat memanfaatkan orang2 yang meninggalkan Komunisme.
Sewaktu aku menulis Leaving Islam [1] (Meninggalkan Islam), kutemukan analogi2 yang berguna untuk menggambarkan Komunisme dan Islam, seperti yang ditulis Maxime Rodinson [2] dan Bertrand Russell ketika membandingkan pemikiran Komunis di tahun 1930-an dan Islamis di antara tahun 1990-an dan abad ke 21. Russell berkata, ”Diantara agama2, Bolshevism (Komunisme) lebih mirip dengan agama Muhammad, dibandingkan dengan Kristen dan Budha. Kristen dan Budha adalah kepercayaan2 pribadi semata dengan doktrin mistis dan paham kasih.

Muhammadisme dan Bolshevisme adalah gerakan sosial, tanpa paham rohani, yang mengutamakan kemenangan mendirikan kekuasaan di seluruh dunia.” [3] Karena itu keadaan Islam saat ini serupa dengan Komunisme yang dianut pemikir2 Barat di tahun 1930-an. Sebagaimana yang dikatakan Koestler, “Kau benci tangisan2 Cassandra kami dan menolak kami sebagai sekutumu, tapi pada akhirnya, kami eks-Komunis adalah satu2nya orang yang berpihak padamu, kamilah yang mengetahui apa sebenarnya Komunis itu.” [4] Sebagaimana yang ditulis Crossman di Kata Pendahuluannya, “Silone (seorang eks-Komunis) bergurau ketika berkata pada Togliatti bahwa perang akhir akan terjadi diantara Komunis dan eks-Komunis. Tapi siapapunyang belum pernah bertarung melawan filosofi Komunisme dan lawan politik Komunis tidak akan pernah memahami nilai sebenarnya Demokrasi Barat. Setan dulu hidup di surga, dan orang yang belum pernah melihat setan tidak mungkin bisa mengenal malaikat meskipun melihatnya.” [5]

Komunisme telah dikalahkan, setidaknya saat ini, tapi Islamisme belum kalah. Sebelum ada bentuk Islam yang disesuaikan, penuh toleransi, dan liberal, maka mungkin perang akhir akan terjadi antara Islam dan Demokrasi Barat. Para eks-Muslim, seperti kata2 Koestler, ada di pihak Demokrasi Barat, dan merekalah yang benar2 tahu apa Islam itu, dan kami akan mendengarkan baik2 tangisan2 Cassandra mereka.
Kita yang hidup di negara Barat menikmati kebebasan mengungkapkan pendapat dan kemajuan ilmu pengetahuan harus mengajak orang untuk melihat Islam secara logis dan melakukan kritik atas Qur’an. Hanya kritik Qur’an saja yang dapat menolong Muslim untuk meninjau kembali kitab suci mereka dengan penilaian yang lebih masuk akal dan obyektif, dan mencegah Muslim2 muda untuk bersikap fanatik taat pada ayat2 keras Qur’an. Sudah menjadi kewajiban semua orang yang hidup di dunia Barat untuk mengerti tentang Islam yang sebenarnya. Tapi jika mereka mencari tahu tentang Islam di toko2 buku utama, yang mereka dapatkan hanyalah Islam yang tampak lunak dari luar. Hanya dengan membaca tulisan2 yang disusun secara rinci dan sarat keterangan oleh Dr. Sina dan tim penulisnya saja kita bisa mendapat keterangan lebih jelas tentang Islam. Sekarang kita memiliki buku Dr. Sina dan kuanjurkan semua warga negara yang bertanggungjawab yang tadinya mengira Islam adalah agama damai untuk membacanya dengan seksama. Karena usaha2 berani ilmuwan independen seperti Dr. Ali Sina, sekarang orang tidak lagi buta terhadap agama yang dapat memusnahkan segala yang kau sayangi dan hargai.

Ibn Warraq adalah penulis Leaving Islam, What the Koran Really Says, The Quest for the Historical Muhammad, The Origins of the Koran dan Why I Am Not a Muslim, buku yang membuka mata banyak Muslim dan mempertanyakan agama yang mereka banggakan.
[1] Ibn Warraq. Leaving Islam. Apostates Speak Out. Amherst: Prometheus Books. p.136
[2] Maxime Rodinson: Islam et communisme, une ressemblance frappante, in Le Figaro [Paris, daily newspaper], 28 Sep. 2001
[3] B.Russell, Theory and Practice of Bolshevism, London, 1921 pp .5, 29, 114
[4] A.Koestler, et al, The God That Failed, Hamish Hamilton, London, 1950, p.7
[5] Ibid. p16

 
Daftar Isi

Pendahuluan
Bab 1: Siapakah Muhammad
Kelahiran dan Masa Kecil Muhammad
Menikah dengan Khadijah
Pengalaman Mistik
Kebohongan Penindasan
Hijrah ke Medina
Pecah-Belah dan Jajah
Janji2 Hadiah Surgawi
Perintah melakukan Kekerasan
Penyerangan
Perkosaan
Penyiksaan
Pembunuhan
Pembantaian Massal
Penyerangan atas Banu Qainuqa’
Penyerangan atas Banu Nadir
Penyerangan atas Banu Quraiza
Taqiyyah: Tipuan Suci

Bab 2: Profil Pribadi Muhammad
Apakah Narsisme
Aliran pemujaan dari Seorang Narsisis
Pesan/Alasan Sang Narsisis
Orang Narsisis Ingin meninggalkan Warisan
Orang Narsisis Ingin jadi Tuhan
Apakah Penyebab Narsisme?
Pengaruh Khadijah terhadap Muhammad
Keyakinan Muhammad atas Tindakannya
Jika Muhammad seorang pembohong, kenapa dia pingin dikenal sebagai Amin (dipercaya)
Lebih jauh tentang Pecah-Belah dan Jajah
Perbandingan antara Islam dan Aliran Pemujaan dari Sang Narsisis

Bab 3: Pengalaman Bawah Sadar Muhammad
Angan2 untuk Bunuh Diri
Temporal Lobe Epilepsy
Gejala2 Kejang2 Temporal Lobe
Gejala2 Lain TLE
Perjalanan ke Surga
Muhammad Mengatakan Kebenaran
Asal-usul Pengalaman Mistis Muhammad
Rangsangan Otak
Onta Berlutut Ketika Wahyu Illahi Turun
Kasus Phil K. Kindred
Kasus lain TLE
Orang2 Terkenal lain yang Menderita Epilepsi
Sexuality, Religious Experience and Temporal Lobe Hyperactivation
TLE is a Multifaceted Disorder: Schizophrenia, Bipolar Disorder

Bab 4: Penyakit pada Tubuh Muhammad

Bab 5: Muhammad dan Aliran Sesatnya
Semakin Sulit Semakin Baik
Orang Narsisis Terkenal yang Jadi Pemimpin Aliran Kepercayaan Sesat
Jim Jones
David Koresh
Order of the Solar Temple
Heaven’s Gate
Charles Manson
Joseph Kony

Pengaruh dari Sebuah Kebohongan Besar
Penggunaan Kekerasan
Kenapa Tiap Orang Memuji Muhammad?

Bab 6: Jika Orang Waras Mengikuti Orang Tidak Waras
Ketaatan Mutlak
Mati sebagai Bukti Beriman
Hukuman dan Ancaman
Menyingkirkan Orang2 yang Menentang
Tidak Konsisten
Hancurnya Hubungan Keluarga
Pengaruh Bujukan
Bualan2 Luar Biasa Besar
Mengaku Punya Pengetahuan Rahasia
Melakukan Muzizat2
Curiga pada Non-Muslim
Pembenaran Diri Sendiri
Pengasingan Diri
Perubahan Perlahan
Menuntut Nyawa sebagai Pengorbanan Akhir
Mengelabui Umat
Pengekangan Keterangan

Bab 7: Tukar Pikiran (Dialog) antar Budaya?

Read More

Posted on 8 July 2011, in biografi and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: