Muhammad: Dari Gelandangan Jadi Kaya (ayat2 yg diabrogasi)

http://www.faithfreedom.org/Articles/si … despot.htm
Dari gelandangan menjadi Kaya, Dari khatib menjadi orang lalim
By Ali Sina

Banyak ayat2 yg bertentangan dalam Quran yg bisa membuat kita pusing. Dua arti ini membuat Muslim mengartikan masing2 petunjuk ilahinya sesuai dg kepentingan mereka sendiri. Muslim yg toleran atau ingin menampilkan islam sebagai agama toleran dapat mengutip bagian2 Quran yg menganjurkan toleransi, sementara Muslim garis keras, fundamentalis dan bahkan teroris dapat mengutip bagian dari Quran yg menimbulkan kebencian dan pembunuhan orang2 kafir. Jadi setiap orang dapat mencari apa yg diinginkannya dalam buku itu. Dan mereka menyebutnya “keajaiban” Quran ! :lol:

Mari kita bandingkan kedua sisi Quran ini:

Dalam Surat 73:10 tuhan bilang pada Muhammad agar sabar terhadap musuh2nya ? Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. Sementara dalam Surat 2.191 tuhan memerintahkannya utk membunuh musuhnya, ? Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu.

Dalam Surat 2.256 tuhan bilang pada Muhammad agar jangan menyebarkan Islam dg kekerasan; Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). Kemudian dalam ayat 193 ia mengatakan pada rasulnya utk membunuh siapapun yg menolak islam. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah.

Dalam Surat 29:46 tuhan bilang pada Muhammad utk bicara baik2 pada orang2 ahlul kitab (kristen dan yahudi). Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”. Tapi di Surat 9.29, tuhan menyuruh Muhammad utk melawan ahlul2 kitab tsb. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Muhammad tidak menjelaskan alasan bentrokan2 dalam Quran ini dan alasan mengapa Allah berubah sikap dari damai ke militan dan dari sikap ‘terserah elu mau peluk Islam, kek’ ke ‘PERANGI kafir’ ! Para pembela muslim di negeri Barat menampilkan ayat2 yg lunak dari Quran atau apa yang disebut sebagai Wahyu awal. Sementara para ulama Islam, kalau berceramah pada hadirin yg eksklusif muslim, mengatakan bahwa ayat2 lembek tersebut telah dibatalkan dan diganti oleh yg lebih keras. Alasan yg diberikan adalah, seperti yg dikatakan oleh Al-Maudoody, Muhammad sudah menjadi cukup kuat utk bergerak dari taraf lemah ke taraf Jihad.

Selama 13 tahun Muhammad berkhutbah di Mekah tapi kurang dari 100 orang yg menerima dia. Orang2 mekah lebih menyukai Al Nadir, tukang cerita yg lain dibandingkan dia. Sikap kurang sopan Muhammad terhadap tuhan2 mereka membuat mereka marah. Jadi dia kabur dan menetap di Medinah. Mereka biasa memberikan sebagian makanannya pada Muhammad, yg sering tidak makan apa2 selain beberapa kurma.

Setelah satu tahun dalam pengasingan, Muhammad tidak tahan lagi dan mulai merampok karavan2 pedagang yg membawa barang2 dari Damaskus ke Mekah. Salah satu sukses besar perampokannya terjadi dekat Badar dan sang nabi mendapat harta yg cukup banyak dari situ. Kemudian dia merencanakan perampokan di jalur2 jalan lain. Dia membagikan barang rampasan, termasuk wanita, kepada mereka yg membantunya dan menyimpan 20% utk dirinya sendiri. Dia bahkan mendapat uang dari penculikan penumpang karavan dan meminta tebusan pada keluarganya. Dia meyakinkan para pengikutnya bahwa jika mereka mati dalam pertempuran, mereka akan mendapat hadiah yg lebih besar lagi di surga.

Secara perlahan keberuntungannya berubah. Dia tidak lagi seorang pengkhotbah lemah yg diabaikan tapi pemimpin sebuah negara yg memerintah dg kekuasaan absolut. Dg perubahan nasib ini, pesan2 Muhammad juga berubah. Dibawah ini adalah perbandingan antara beberapa ayat2 awal yg dia tulis di Mekah ketika masih lemah dan beberapa yg ditulis di Medina setelah menjadi berkuasa.

Ayat Awal di Mekah
Ayat berikutnya di Medinah

2:256 Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)
9:123 Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu

73:10 Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.
8:12 Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari merek

109:6 Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku
3:85 Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

20:130 Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu
2:191 Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu

2:83 ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia….
9:5 bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka

10:99 Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?
2:193 Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah

50:45 Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka
9:14 Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman

29:45 Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara
yang paling baik, kecuali dengan orang-orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami
dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri
9:29 Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

2:62 Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
9:30 Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?

7:199 Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh..
9:28 Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini…

15:85 maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik….
14:16 di hadapannya ada Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah.

6:108 Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan
3:61 Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan
diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.

43:88,89 Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman”. Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: “Salam (selamat tinggal).” Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk)
47:4 Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka
maka tawanlah mereka.

50:45 Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka
8:65, Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir

16:90 Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan,
memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran
dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil
pelajaran.
3:28 Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi teman atau penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

45.14 Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan.:
8:60 Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu
sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan
itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu


Dikotomi (pemikiran bercabang) ini dijelaskan oleh beberapa ulama Muslim.

Dr. M. Khan, penerjemah Sahih Bukhari dan Quran kedalam bahasa Inggris menulis:

Allah menunjukkan dalam Surat At Taubah (Ultimatum/Repentance, Surat 9), Perintah utk membuang (semua) kewajiban (perjanjian dll), dan memerintahkan para muslim utk melawan semua kaum berhala, termasuk melawan orang2 yg diberikan alkitab (Yahudi dan kristen) jika mereka tidak memeluk islam, sampai mereka membayar Jizia (sebuah pajak yg diadakan utk orang Yahudi dan Kristen) dan patuh secara sukarela dan merasa diri mereka tunduk (seperti yg dinyatakan dalam 9:29).

Jadi para muslim tidak diijinkan utk mengabaikan pertempuran melawan mereka (Pagan, Yahudi dan Kristen) dan utk rukun dg mereka dan agar tetap bersikap memusuhi mereka hingga perioda waktu tidak terhingga jika mereka masih KUAT dan hingga muslim punya kemampuan utk melawan mereka. Jadi pada awalnya pertempuran dilarang, kemudian diijinkan, dan setelah itu dibuat wajib (Pengenalan utk Terjemahan Inggris dari Sahih Bukhari, halaman xxiv).

Q9.5 : maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka.

Jadi menurut Dr. M. Khan dalam Quran 9:5 Allah memerintahkan Muhammad utk membatalkan semua perjanjian dan melawan kaum Pagan, Yahudi dan bahkan kristen. Ini bertentangan dg apa yg ditulis Muhammad sebelumnya.

Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani” (Q 5.82)

Dr. Khan melanjutkan:
Mujahidin yg bertempur melawan musuh2 Allah dg maksud membuat semua pemujaan hanya utk Allah (saja dan tidak utk tuhan lain) dan bahwa perintahnya adalah Allah (yakni tidak ada yg lain yg berhak utk dipuja kecuali Allah dan agamanya, Islam), harus yang paling ditinggikan.

Jadi pertamanya adalah : Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam) (Q 2:256) dan kemudian :
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.? (Q 61:10-12).

Dr. Sobhy as-Saleh, seorang akademik jaman ini, tidak melihat dalam Q 2:256 dan Q 9:73 kasus penggantian tapi sebuah kasus penundaan atau penangguhan perintah utk melawan para kafir. Utk mendukung pandangannya dia mengutip Imam Suyuti, Penulis Itqan Fi Ulum al-Quran yg menulis:

Perintah utk melawan para kafir DITUNDA HINGGA PARA MUSLIM MENJADI KUAT, tapi dikala mereka lemah mereka diperintahkan utk bertahan dan bersabar. [ Sobhy as_Saleh, Mabaheth Fi ‘Ulum al- Qur’an, Dar al-‘Ilm Lel-Malayeen, Beirut , 1983, p. 269.]

Dr. Sobhy, dalam catatan kaki, menulis pendapat seorang ulama bernama Zarkashi yg berkata:
Allah yg paling tinggi dan bijaksana menunjukkan pada Muhammad dalam kondisi lemahnya apa yg cocok utk situasi itu, karena rahmat padanya dan para pengikutnya. Karena jika Dia memberi perintah utk melawan ketika mereka lemah akan sangat memalukan dan sangat sulit, tapi ketika kuat dan akan membuat Islam berjaya Dia memerintahkan padanya apa yg cocok dg situasi tersebut, yaitu meminta orang2 yg diberi alkitab utk menjadi muslim atau membayar pajak dan pada para kafir utk menjadi muslim atau mati. Dua pilihan ini, bertempur atau damai dikembalikan menurut kondisi kekuatan atau kelemahan dari para muslim. [ibid p.270].

Dan Nahas menulis;
… para ulama berbeda pendapat mengenai Q 2:256 (Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)) Ada yg bilang: Itu telah digantikan (dibatalkan) karena sang nabi memaksa orang Arab utk memeluk Islam dan melawan mereka dan tidak menerima alternatif lain kecuali menyerah pada islam.

Ayat yg digantikan adalah Q 9.73 : Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Muhammad meminta ijin Allah utk melawan mereka dan dikabulkan.

Ulama lain berkata Q 2.256 tidak digantikan, tapi mendapat penerapan khusus. Ayat ini muncul karena mengenai orang2 ahlul kitab (Yahudi dan kristen); mereka tidak dapat dipaksa utk memeluk Islam jika mereka membayar pajak Jizia (Pajak utk nonmuslim dibawah undang2 muslim). Hanya pemuja patung yg dipaksa utk memeluk agama Islam dan pada merekalah Q 9.73 diterapkan. Ini pendapat dari Ibnu Abbas yg diakui sbg pakar terbaik karena dari kesahihan otoritasnya. [ al-Nahas, An-Nasikh wal-Mansukh, p.80. See also Ibn Hazm al-Andalusi, A-Nnasikh wal-Mansukh, Dar al-Kotob al-‘Elmeyah, birute, 1986, p.42.]

Ibnu Hazm al-Andalusi menulis:
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu menyerangnya, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai para penyerang.

Dalam wewenang Gafar ar-Razi dari Rabi Ibnu Ons, dari Abil-Aliyah yg berkata: Ini ayat pertama yg diucapkan dalam Quran mengenai pertempuran di Medinah. Waktu diucapkan, nabi biasa melawan mereka yg melawannya dan menghindari mereka yg menghindarinya, sampai Surat 9 diucapkan. Dan begitu juga dg pendapat Abd ar-Rahman Ibn Zayd Ibn Aslam yg berkata ayat ini dibatalkan oleh 9.5; maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka. [Ibn Hazm al-Andalusi, An-Nasikh wal- Mansukh, Dar al-Kotob al-‘Elmeyah, birute, 1986, P.27]

Utk lebih jelas lagi dalam hal subjek ini, lihat http://www.debate.domini.org/newton/tolerance.html,

Muhammad menuntut para pengikutnya utk berperang thd kaum kerabatnya sendiri dan utk membenarkan pesta pembunuhan ini, ia berkata; Penindasan (terhdp Islam) lebih buruk dari pembunuhan. Ayat berikut diucapkan utk menghasut para imigran agar membunuh teman2 Mekahnya karena menolak Islam.

Q 2.191 : Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan penindasan itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.

Kenyataannya kaum Quraish tidaklah bersimpati terhadap kaum muslim. Kaum Quraish mengejek dan menggoda Muslim tapi tidak pernah membunuh seorang Muslimpun karena alasan mereka memeluk islam. Alasan tidak adanya rasa suka ini karena kenyataan bahwa Muhammad melakukan pelanggaran terhadap tuhan2 mereka dan tidak menghormati kepercayaan mereka. Reaksi dari orang2 Mekah ini normal dan dapat dibenarkan.

Tapi apa yg dilakukan Muhamad pada mereka yg mengejeknya? Dia bukan orang yg dgn enteng menghadapi kritik. Abu Afak, yg berumur 120 dan Asma Binti Marwan ibu yg sedang menyusui dan mempunyai 5 anak dibunuh atas perintah Muhammad karena membuat puisi yg isinya dianggap menyerang Muhammad. Cuma karena itu saja, ia mengambil nyawa mereka.

Muhammad bilang penindasan/penekanan lebih buruk dari pembunuhan. Meskipun pernyataannya ini menggelikan, dia sendiri menyuruh para pengikutnya utk bersikap keras dan menekan ketika berurusan dg orang2 kafir.
Q 9.123 Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu.

Tapi bagaimanapun, kenyataannya tetap terbukti bahwa orang2 kafir itu tidak menyerang kaum muslim. Muslimlah yg menyerang Mekah, Khaibar dan tempat2 tinggal orang Yahudi di Medinah. Apakah orang Persia yg merampok Muslim? Apakah India yg mencegah orang2 Arab menyembah Allah ? Apakah Spanyol datang utk berperang dg Muslim ? Jika Allah itu tuhan, kita mestinya dapat mengharap setitik kejujuran dari sang utusan dan pujaannya.

Muhammad bilang siapapun yg tidak percaya padanya harus dibunuh. Tapi dia tidak membunuh kristen dan yahudi kalau mereka membayar pajak hukuman. Di Kaibar dia memeras 50% seluruh produksi panen yahudi dari tanah mereka sendiri yg disita utk diambil olehnya. Apa ini bukan penindasan? Tentu saja ketika Muhammad mati, Omar membasmi semua yahudi malang itu dari seluruh Kaibar. Quran tidak ragu-ragu dalam hal penindasan kafir.

Q 9.29 : Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Muslim2 yg menyatakan bahwa Islam adalah agama damai dan mengutip ayat2 Quran–dimana Muhammad terus mengingatkan bahwa Allah maha pengampun dan pemaaf–ketika ditunjukkan ayat2 Quran ini dan warisan berdarah dari perang2 dan penjarahan2 nabinya, mengubah taktik mereka dan berkata : Ya, Islam menyetujui penggunaan kekerasan dlm situasi tertentu, seperti yg ditulis oleh seorang pembela islam pada saya.

Apa yg dimaksud dgn ‘situasi tertentu’ ?? :roll:

Mari kita jelaskan bahwa kita tidak membicarakan tentang penggunaan kekerasan terhadap pelaku kriminal biasa, pembunuh atau pemerkosa. Kita bicara tentang kekerasan terhadap orang2 tak bersalah yg tidak menerima kenabian Muhammad dan lebih memilih utk memuja tuhan mereka sendiri dg cara mereka sendiri.

Hukuman mati telah dihilangkan dari negara2 beradab. Bahkan negara yg masih mempraktekkannya membunuh terdakwa dg suntikan mati atau cara yg tidak menyakitkan dan lebih manusiawi. Si penjahat tidak pernah disiksa atau dibuntungi. Tapi Muhammad menerapkan siksaan keji bagi mereka yg tidak menerima agama omong kosongnya.

Q 5.33 : Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

Jenis tuhan sadis apakah Allah itu?!
Satu pertanyaan yg tidak pernah saya dapat jawabannya adalah: jika Allah ingin membunuh orang kafir, kenapa dia tidak melakukannya sendiri ? Akan mudah sekali baginya membunuh mereka, membuntungi mereka, membakar mereka dan memukul mereka dg segala macam bencana dan malapetaka utk memuaskan sifat balas dendam dan keinginan haus darahnya. Kenapa dia malah meminta utusannya dan para pengikut fanatiknya utk melakukan pekerjaan kotornya? Apa mungkin karena dia tidak mampu melakukannya sendiri? Atau apakah karena dia bukan tuhan sama sekali melainkan hanya khayalan dalam pikiran Muhammad ??

Muhammad menyatakan bahwa ketidakpercayaan pada Allah adalah kejahatan terbesar yg dapat dihukum dg kematian. Siapa yg mendapat keuntungan dari ini? Dia adalah satu-satunya kontak antara Allah dan para pengikutnya yg dungu. Tidak patuh padanya berarti tidak patuh pada tuhan. Apa tuhan peduli jika manusia percaya dia atau tidak? Apa yg dia dapat dari ini? Apa harga diri tuhan terluka jika primata2 bumi tidak mengenal dan memujinya? Apa dia akan begitu marah hingga dia akan membakar manusia selamanya? Ini betul2 sebuah pemikiran yg takhyul. Tapi ini memberi Muhammad kuasa yg sama seperti tuhan utk melakukan apapun dia inginkan tanpa ada yg bertanya-tanya. Dia punya kuasa utk membunuh siapapun, utk menuntut pengikutnya berperang, bahkan jika itu utk memerangi sekutu mereka sendiri, kerabat dan teman2 dan membawa 20% dari jarahan padanya. Ini memberi dia hak utk meniduri banyak perempuan dan memilih yg termuda dan tercantik dari perempuan2 yg ditangkap.

Semakin dia mengagungkan tuhan semakin bertambah kekuasaannya.
Allah cuma alasan utk memberi kuasa pada seorang yg lapar akan kekuasaan utk bangkit dari kemiskinan menuju kekuasaan absolut dan membuatnya makin bermimpi utk menaklukan kerajaan besar Persia dan Byzantine.

Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. Q 9.24

Muhamad bukan guru bermoral. Kebaikan atau sifat baik tidak punya arti baginya. Keasyikannya hanyalah membuat orang2 tunduk pada kehendak Allahnya, yg siapapun tidak punya akses kecuali dia sendiri. Semakin keji dia lukiskan tuhannya, semakin banyak kendali yg dapat dia lakukan pada pengikutnya. Allah adalah sebuah alter ego utk seorang narsisis gila kuasa yg haus akan kekuasaan dan seks. Obsesinya utk menundukan orang2 agar menerima tuhannya sedemikian hingga dia menjanjikan para pezina dan perampok sebuah tempat disurga jika mereka menerimanya. Sementara bagi mereka yg tidak menerimanya akan dia bakar dineraka meskipun jika mereka hidup bagai orang suci.

Sahih Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomor 445
Diceritakan oleh Abu Dhar:
Nabi berkata, Jibril berkata padaku, ‘Siapapun diantara para pengikutmu yg mati tanpa menyembah tuhan lain selain Allah, akan masuk surga (atau tidak akan mesuk neraka).’ Nabi bertanya. ‘Bahkan jika dia telah melakukan hubungan seks tak lazim atau pencurian ?? Jawabnya, ‘Ya, bahkan merekapun.’

Ini bahkan dipastikan oleh Quran:
4.48 : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Tentu saja tidak dikatakan bahwa mereka yg membunuh orang2 tak bersalah bagi dia dalam nama allah akan langsung masuk Surga.
Bagaimana bisa orang yg berpikiran normal menerima omong kosong ini ? Bagaimana mungkin orang2 tidak berhenti sejenak utk berpikir tentang semua ini ? Kenapa kita tidak bertanya pada diri sendiri pertanyaan sederhana ini, seperti:
Kenapa tuhan PERLU diketahui?
Jika dia begitu ingin diketahui, kenapa dia tidak menampakkan dirinya pada setiap orang seperti dia menampakan dirinya pada si nabi?
Kenapa dia main petak umpet dan kemudian menghukum mereka yg gagal menemukannya?
Kenapa utusannya bertindak begitu kejam dan hidup begitu tidak bermoral seakan membuat keraguan akan integritas dan kejujurannya?
Kenapa kata2 dalam Quran begitu bertentangan terhadap sains, logika dan akal sehat?

Ini adalah pertanyaan2 yg sederhana tapi penting, setiap muslim harus bertanya pada dirinya sendiri. Kita bukan kambing, Kita manusia yg diberi sebuah otak dan tergantung kita apa akan kita gunakan atau tidak.


Read More

Posted on 8 July 2011, in ayat quran and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: