Pipis & E’ek Nabi Halal Dimakan!

CRESCENT-STAR wrote:kalau tidak percaya ludah dan keringat nabi wangi, lebih baik debatkan saja haditsnya palsu atau bukan.
kalau menerima haditsnya sahih maka terima sebagai sebuah kenyataan bahwa banyak saksi mata yg menyatakan ludah dan keringat nabi wangi.

 
Wangi atau tidak, hanya Muslim saja yang mau menelan ludah, pipis, keringat, darah dan e’ek Nabi. Nabinya gila, umatnya pun jadi ikut2an gila semua. Nabi kutuan kayak gitu kok dianggap wangi? Kutu itu kan doyan tinggal di kepala yang kotor, penuh daki, jarang dicuci.

“Tak ada yang kotor dari kencing para imam: darah, pipis, dan e’ek mereka bebas dari segala kebusukan atau kekotoran … pipis atau e’ek mereka tidak bau, malah baunya bagaikan parfum Musk. Malah sebenarnya, siapapun yang minum dan makan pipis, e’ek dan darah mereka, Allah menghindarkan api neraka baginya, dan membuat mereka masuk surga … pipis dan e’ek para Imam tidak mengandung kotoran atau bau busuk, tapi bau wangi bagai parfum musk, dan siapapun yang minum/makan pipis, e’ek dan darah mereka, Allah akan membuat api neraka Haram bagi mereka dan mereka wajib masuk Surga.”
(Anwaar al-Wilayah, hal.440).
Yang makan e’ek Nabi bakal masuk surga tuh!!

Video E’ek Muhammad

Kutu doyan menghisap darah Nabi, Muslim pun doyan menghisap darah Nabi.
Image

 

Yang ini yang paling hebat:

Image

Pipis Nabi lebih baik daripada sholat2 Muslim!!
Kasihan Muslim! Harga semua sholat kalian gak ada sepipis-pipisnya Nabi. Hheeheehuuueeekkk…. :vom:

 

CRESCENT-STAR wrote:bung ICU sumbernya tidak jelas … itu kok ttg eek para imam ?
ini syi’ah rafidah ya ? … tidak ada dasar haditsnya tuh bung ICU.

Itu memang sumbernya dari Syiah, yang adalah Muslim juga. Para Imam yang dimaksud adalah 14 imam suci Syiah, dengan Nabi Muhammad di urutan pertama. Jadi Muslim Syiah memang doyan makan e’ek Nabi sebagai jaminan masuk surga.

Ternyata Muslim Sunni juga tak mau kalah dengan Muslim Syiah urusan memuja pipis, e’ek, keringat, umbel, dan air kumur2 Nabi!!

Video E’ek Muhammad:

Mengoleskan Keringat Nabi

http://www.al-eman.com/islamlib/viewchp … 37&CID=255


Kanz al-Ummal, al-Hindi, vol. 7, hal. 85
Umm Sulaym sering mencampur al-ramek (parfum) dengan keringat Muhammad.

Menelan Ludah Nabi

http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental … 05.059.428


Hadis Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 428:
…Then she brought out to him (the Prophet) the dough, and he spat in it and invoked for Allah’s Blessings in it. Then he proceeded towards our earthenware meat-pot and spat in it and invoked for Allah’s Blessings in it. Then he said (to my wife). Call a lady-baker to bake along with you and keep on taking out scoops from your earthenware meat-pot, and do not put it down from its fireplace.” They were one-thousand (who took their meals), and by Allah they all ate, and when they left the food and went away,

terjemahan:
…Lalu dia membawa pada Nabi adonan kue, dan Nabi meludahinya dan mengucapkan berkat. Lalu Nabi menuju panci daging dan meludahinya dan mengucapkan berkat. Setelah itu dia berkata pada istriku: Panggil wanita pembuat roti untuk membakar roti bersamamu dan terus ciduk dari panci daging, dan jangan angkat dari api.” Maka seribu Muslim mengambil makan, dan semuanya makan, lalu pergi,

Minum Air Wudhu Muhammad

http://www.usc.edu/schools/college/crcc … 4.sbt.html


Hadis Bukhari, Volume 1, Book 4, Number 189:
Narrated As-Sa’ib bin Yazid:
My aunt took me to the Prophet and said, “O Allah’s Apostle! This son of my sister has got a disease in his legs.” So he passed his hands on my head and prayed for Allah’s blessings for me; then he performed ablution and I drank from the remaining water. I stood behind him and saw the seal of Prophethood between his shoulders, and it was like the “Zir-al-Hijla” (means the button of a small tent, but some said ‘egg of a partridge.’ etc.)

terjemahan:
Dikisahkan oleh As-Sa’ib bin Yazid:
Bibiku membawaku kepada Nabi dan berkata: “Wahai Rasul Allah! Putra saudara perempuaku punya penyakit di kaki2nya.” Maka Nabi menekankan tangannya ke kepalaku dan memberkatiku; lalu dia melakukan wudhu dan aku minum sisa air wudhunya. Aku berdiri di belakangnya dan melihat tanda Nabi di punggungnya, yang tampak seperti Zir-al-Hijla”

Muslim Rebutan Air Wudhu Nabi:

http://www.usc.edu/schools/college/crcc … 4.sbt.html


Hadis Bukhari, Volume 1, Book 4, Number 188:
Narrated Ibn Shihab:
Mahmud bin Ar-Rabi’ who was the person on whose face the Prophet had ejected a mouthful of water from his family’s well while he was a boy, and ‘Urwa (on the authority of Al-Miswar and others) who testified each other, said, “Whenever the Prophet , performed ablution, his companions were nearly fighting for the remains of the water.”

terjemahan:
Dikisahkan oleh Ibn Shihab:
Mahmud bin Ar-Rabi’ adalah orang yang mukanya disembur Nabi dengan air penuh dari mulutnya yang airnya berasal dari sumur keluarganya ketika dia masih kecil, dan ‘Urwa yang bersaksi berkata, “Kapanpun Nabi melakukan wudhu, para sahabatnya rebutan air wudhu itu sampai hampir berantem.”

Minum Air Kumur2 Nabi

http://www.usc.edu/schools/college/crcc … 9.sbt.html


Hadis Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 617:
Narrated Abu Burda:
Abu Musa said, “I was with the Prophet when he was encamping at Al-Jarana (a place) between Mecca and Medina and Bilal was with him. A bedouin came to the Prophet and said, “Won’t you fulfill what you have promised me?” The Prophet said, ‘Rejoice (at what I will do for you).’ The bedouin said, “(You have said to me) rejoice too often.” Then the Prophet turned to me (i.e. Abu Musa) and Bilal in an angry mood and said, ‘The bedouin has refused the good tidings, so you both accept them.’ Bilal and I said, ‘We accept them.’ Then the Prophet asked for a drinking bowl containing water and washed his hands and face in it, and then took a mouthful of water and threw it therein saying (to us), “Drink (some of) it and pour (some) over your faces and chests and be happy at the good tidings.” So they both took the drinking bowl and did as instructed. Um Salama called from behind a screen, “Keep something of the water for your mother.” So they left some of it for her.

terjemahan:
Dikisahkan oleh Abu Burda:
Abu Musa berkata, “Aku sedang bersama Nabi ketika dia berkemah di Al-Jarana diantara Mekah dan Medina dan Bilal juga ada bersamanya. Seorang baduy datang kepada Nabi dan berkata, “Maukah kau memenuhi janjimu padaku?” Nabi berkata, “Bersukacitalah, aku akan memenuhinya bagimu.’ Si baduy berkata, “Kau udah keseringan ngomong seperti itu.” Maka Nabi berpaling kepadaku (Abu Musa) dan Bilal dengan marah dan berkata, ‘Si badui ini tak mau diberi salam, maka uruslah dia.’ Bilal dan aku berkata, ‘Kami terima dia.’ Maka nabi minta baskom berisi air dan mencuci tangan dan wajahnya dengan airi itu, dan berkumur dan meludahkan airnya ke dalam baskom dan berkata pada kami, “Minum tuh airnya dan siramkan sisanya ke wajah dan dadamu dan bergembiralah.” Maka kami mengambil baskom dan melakukan apa yang diperintahkannya. Um Salam berkata dari belakang, “Simpan sisa air untuk ibumu.” Maka mereka pun menyisakan air itu untuknya.

Melumuri Wajah dengan INGUS NABI
Image
Image

http://www.waqfeya.com/book.php?bid=548


Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, hal. 291 (oleh Ibn Battal)
Ingus Nabi lebih baik bagi Muslim daripada parfum musk … mereka melumur wajah mereka dengan ingus Nabi.

Minum Darah Nabi
Image

http://islamport.com/d/3/amm/1/263/3840.html

Minum Kencing Nabi
Image
Image
Image

http://www.waqfeya.com/book.php?bid=1502


Talkhis al-Habir, vol. 1, hal. 46
Umm Ayman menenggak pipis Nabi

Air pipis Nabi Lebih Baik daripada Sholat-sholat Muslim
Image

http://islamport.com/d/2/shf/1/1/1.html


Asna al-Matalib (56/1)

Dr. Ali Gomaa, Mufti Agung Mesir, berkata:
Image

http://www.almasry-alyoum.com/article2. … ssueID=683


“Seluruh tubuh Nabi adalah suci, bahkan e’eknya pun suci.”

Gimana bisa kafir mengalahkan sunah Nabi kayak gini? E’ek bahan bakar di Yehezkiel mana mampu mengimbangi kehebatan e’ek, pipis, keringat, ingus, air wudhu, air kumur2 Nabi? Semuanya ditenggak dan ditelen Muslim tuh!

Read More

Posted on 8 July 2011, in ajaran and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: