Rahasia Kesuksesan Muhamad

http://www.faithfreedom.org/Articles/sina40612.htm

The Secret of Muhammad’s Success.
By Ali Sina

Saya pernah ditanya : mengapa kalau Islam bukan agama tetapi hanya sebuah aliran, Islam tetap sukses dan masih eksis sementara aliran2 lainnya gagal.

——————————————————————

Jawab saya :

1)Kerancuan Logika

“Logika” ini adalah halangan terbesar bagi Muslim utk bisa menyadari arti Islam sebenarnya. Saya akan membahas ini, tapi terlebih dahulu mari kita menganalisa logika ini.

Beberapa kerancuan Logika

Pernyataan bahwa Islam pasti benar karena bertahan selama 1400 tahunb adalah argumen favorit kaum Muslim apologis. Argumen ini dlm bahasa Arab disebut “Taghrir” dan dlm bahasa Inggris/Latin dikenal sbg “argumentum ad antiquitatem”.

Argumentum ad antiquitatem, adalah sangkaan bahwa sesuatu pasti baik karena berusia tua, atau karena “dari sononya memang begitu/that’s the way it’s always been.”

Kenyataannya, banyak teori bertahan selama ribuan tahun dan ternyata terbukti bersalah.

Salah satu teori ini adalah teori geosentrisitas. Sebelum munculnya Galileo, mayoritas manusia percaya bahwa bumi adalah pusat salam semesta. Kepercayaan ini sudah ada dari jaman baheula. Matahari, Bulan dan seluruh alam semesta dipercaya memutari Bumi dan jarang ada orang yg menantang konsep ini. Namun terlepas dari awetnya teori ini, ternyata terbukti salah juga.

Contoh kerancuan logika lainnya adalah bahwa pastilah Islam benar karena : mana mungkin satu milyar pengikutnya salah ?

Ini dinamakan “argumentum ad numerum”. Argumentum ad numerum menyuatakan bahwa semakin banyak orang yg percaya sebuah teori, semakin besar kemungkinan bahwa teori itu benar.

Sama spt contoh teori geosentri diatas dan teori bumi datar, argument ini juga merupakan logika rancu.

Kebenaran tidak berubah menjadi ketidakbenaran hanya karena tidak ada yg mempercayainya dan sebaliknya ketidakbenaran tidak dapat menjadi kebenaran karena banyak orang mempercayainya. Truth cannot be attained through the consensus of the majority. Kebenaran tidak didapatkan dari consensus mayoritas. Kebenaran bukan hasi pencarian polling pendapat.

Variasi laind ari argumentum ad numerum adalah “argumentum ad populum.” Argumentum ad populum menyatakan suatu teori adalah benar karena disukai oleh banyak orang. Contoh:

“Selama 1400 tahun jutaan orang percaya kpd Islam. Islam mmeiliki dampak besar terhdp kehidupan mereka. Islam memberikan dunia Algebra dan banyak sains lainnya. Jalan2 di Baghdad terang benderang sementara Eropa masih dalam abad kegelapan. Appakh kau menyatakan bahwa satu milyar orang salah ?”

Kebenaran sebuah agama harus diuji atas dasar prinsip2 agama itu tanpa memperhitungkan antikuitas atau popularitasnya.

2) Jadi mengapa Islam sukses sementara aliran lain gagal ?

Ada 2 jawaban atas pertanyaan ini:

1- Islam adalah kebohongan terbesar (Islam is the biggest lie.)

2- Muhamad adalah psikopat keji (Muhammad was a ruthless psychopath.)

‘Massa sebuah negara lebih mudah menjadi korban kebohongan besar daripada kebohongan kecil (The broad mass of a nation will more easily fall victim to a big lie than to a small one).’ Ini kata2 Adolf Hitler. Kata2 ini adalah saksi atas teori bahwa semakin besar sebuah kebhongan, semakin banyak orang yg percaya.

Logikanya adalah bahwa orang2 normal biasanya tidak berani berbohong. Paling2 bohong kecil-kecilan. Kita biasanya takut bahwa kebohongan yg lebih besar nanti tidak akan dipercaya dan pastilah kita malu nantinya kalau ketahuan dan dicap pembual besar. Tetapi ini lain dgn kebohongan besar. Kebohongan besar begitu luar biasa kedengarannya shg membuat para pendengar ternganga. Dan karena kebohongan besar itu begitu luar biasa dan mustahil kedengarannya, orang berasumsi bahwa ini pasti benar. Jangan lupa bahwa sang pembohong juga bukan sembarang pembohong, melainkan seorang psikopat, dan cara berpikirnya juga tidak dapat disamakan dgn cara berpikir/cara berbohong orang normal.

Belum lagi, kesediaan sang psikopat pembohong itu untuk memaksakan kebohongannya itu dgn kekerasan ekstrim. Menggunakan kekerasan guna memaksakan sebuah kebohongan kerap kali diberlakukan dgn sukses oleh diktator macam Muhamad. Kerancuan ini disebut Argumentum ad baculum. Artinya : seseorang menggunakan kekerasan (atau ancaman kekerasan) utk memaksa orang lain utk menerima sebuah teori.

Argumen ini sering digunakan Muslim yg yakin bahwa alasan Muhamad menang melawan musuh2nya adalah karena dukungan Tuhan. Mereka lupa bahwa Muhamad mengirimkan mata-mata utk mencatat kelakuan calon2 korbannya dan menyerang mereka saat mereka lengah dan tidak berdaya. Ia menang bukan karena karunia Tuhan tetapi karena ia licik, curang dan biadab yang ngotot utk menang lewat cara apapun, termasuk tipu daya, fitnah dan kecurangan.

Anda memang tidak perlu Tuhan utk membunuh penduduk tidak bersenjata saat mereka pulang dari melakukan pekerjaan sehari2. Dgn kuda dan pedang mudah saja anda mengembas kepala2 wanita, anak2 dan bahkan lelaki sekalipun.

Singkatnya, “Kekuatan membawa kemenangan”. Bahasa Jawanya : “Might is right.”

Ancaman langsung argumentum ad baculum dapat dilihat dari ayat2 Quran dibawah ini:

Slay the idolaters wherever you find them. 9:5

I will instill terror into the hearts of the unbelievers: smite ye above their necks and smite all their finger-tips off them. 8:12


Ancaman tidak langsung adalah seperti ini:

And as for those who disbelieve and reject Our Signs, they are the people of Hell 5:11

For him [the disbeliever] there is disgrace in this life, and on the Day of Judgment We shall make him taste the Penalty of burning (Fire). 22:9


Ini menambahkan kesan dramatis dan kesan urgensi pada kebohongan besar itu. Tapi kalau anda memakai otak, anda tidak bisa tidak kaget. Kalau anda cerdas, anda akan mengenal hal ini sbg kata2 SETAN. Tetapi jika anda lugu dan mudah dibohongi, spt kebanyakan orang, anda menyangka bahwa sang pembohong memang diberikan kekuasaan dari atas.

Apalagi kalau sang pembohong sering menyebut dan memuji nama Tuhan saat membantai manusia lain. Ini bukan kerjaan kriminal. Seorang pelaku pidana sering merasa bersalah. Tidak demikian dgn psikopat. Mereka sanggup membantai jutaan orang tanpa rasa bersalah sedikitpun. Malah mereka merasa berhak. Hitler sendiri menyangka bahwa ia melakukan pekerjaan Tuhan.

Hitler mendapatkan dukungan jutaan orang Jerman dgn kebohongan besarnya. Ia memang pembicara ulung dan mampu mempengaruhi pendengarnya. Tatkala ia berbicara, suaranya semakin keras dan semakin lantang se-akan2 negara memang dikejar2 musuh. Ia membakar semangat orang Jerman dengan patriotisme. Kepercayaannya bahwa semakin besar kebohongannya, semakin banyak orang yg percaya, ternyata terbukti benar. Jutaan Jerman mencintainya dgn sepenuh hati dan menangis histeris saat mendengarkan pidato2nya.

Seandainya Hitler menyatakan dirinya sbg Sang Messiah/Sang Penyelamat, jutaan orang Jerman sekarang memeluk agama Hitlerisme (dan ini menjadi kalimat “syahadat” mereka: “Tidak ada Tuhan selain Nazisme dan Hitler adalah rasulNya” … mirip bukan dgn suara azan dipagi hari ? sic)

Nah, sama spt orang Jerman diatas, Muslim menyangka bahwa mereka percaya kpd Allah. Kenyataannya Allah hanya kepanjangan ego Muhamad. Allah memang alat utk memudahkan kepercayaan kpd Muhamad. Ya, bukan Allah melainkan Muhammad-lah yg dipuja Muslim.

Muhamad adalah gurunya/sesepuhnya Hitler. Ini bukan kemampuan yg kita bisa belajar dgn mudah. Tetapi bagi psikopat narsisis macam Hitler dan Muhamad, kemampuan membual ini merupakan kemampuan alami. Orang2 macam itu sepenuhnya tidak memiliki satu titik kesadaran-pun. Mereka pembohong patologis (pathological liars). Mereka memang benar2 mempercayai kebohongan mereka sendiri yg semakin diperkuat oleh pujian pengikut2 yg mereka bohongi itu.

Ada legenda Persia ttg seseorang bernama Mulla Nasreddin. Begini bunyinya: si Mulla Nasredddin membawa keledai-tuanya ke pasar utk dijual. Untuk menarik pembeli ia memuja-muja keledainya sampai suatu ketika ia mengatakan pada dirinya sendiri: kalau memang keledai saya ini memang sehebat spt yg saya katakan, mengapa saya menjual keledai ini ? Akhirnya ia pulang dgn keledainya itu !

Mulla Nasreddin memang karakter lucu. Ia bukan psikopat. Tapi otak psikopat tidak bekerja dgn normal. Logika dan realitas bukan sesuatu yg mereka pusingkan. Nilai moralitas mereka berbeda total dgn manusia biasa.

Apakah kau tidak pernah heran mengapa maling menghancurkan jendela mobil anda hanya utk mencuri uang kecil dlm mobil tsb ? Kau heran mengapa orang macam ini tidak memiliki kesadaran sedikitpun. Kau merasa ini tidak masuk akal. Kau mengalami kerusakan mobil seahrga jutaan rupiah hanya karena uang recehan Rp3000 (misalnya). Tapi kalau otak orang sudah dirasuki narkoba maka ia tidak lagi memiliki kesadaran. Nilai2nya berbeda dgn nilai2 orang2 normal disekitarnya. Ia tidak memikirkan dirimu apalagi mobilmu ataupun kerugianmu.

Contoh lain: Suatu hari saya pernah berada di sebuah negara Amerika Latin dan saya baca di surat kabar setempat bahwa seseorang membunuh orang yg tidak dikenalnya hanya karena ingin mencuri sepatu Nike-nya.

Nah begitulah, Muhammad, Hitler, Stalin, Mao Tse Tung, Pol Pot dan narsisis2 patologis sukses lainnya tidak memiliki satu inci kesadaranpun. Nyawamu dan nyawa saya tidak berarti bagi mereka. Kecuali kalau kita berguna bagi mereka. Tapi kalau tidak, yah, habislah kita mereka babat.

3)sikopat2 Berpengaruh

Utk mengerti fenomena Muhamad, kita harus mempelajari aliran2 modern dan mempelajari jalan piker pemimpin2 mereka:

Jim Jones meyakinkan orang2 normal dan berpikiran sehat bahwa ia adalah sang penyelamat/ the Messiah. Ia meyakinkan mereka agar meninggalkan keluarga2 merkea dan mengikutinya keujung hutan belaka. Ia meyakinkan pemerintah New Guyana agar memberikannya tanah gratis seluas 300 ha. Ia meyakinkan pengikutnya agar membawa senjata dan membunuhi siapapun yg membangkang. Kelompoknya membunuh seorang senator dan pengawal2nya dan ia lalu meyakinkan pengikutnya gar meminum racun cyanide dan 911 pengikutnya dgn senangnya melakukan perintah bunh dirinya itu.

David Koresh mengumpulkan pengikutnya di sebuah kompleks perumahan diluar Waco, Texas. Mereka mengikutinya 24/7. mereka mempersenjatai diri karena ia memerintahkannya. Merkea membiarkan puteri2 remaja mereka ditidurinya, spt Abu Bakr mengijinkan Muhamad utk meniduri anak ingusannya. Mereka menembak mati 4 agen2 negara dan mengebom tempat itu sampai mengakibatkan kematian mereka dan anak2 mereka sendiri. Ini mereka anggap lebih baik daripada meneyrahkan diri ke pihak berwenang. 90 nyawa melayang dalam peristiwa ini akibat kesetiaan mereka pada seorang psikopat.

bersambung …


Read More

Posted on 8 July 2011, in nabi palsu and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: