BUKU ISLAM: Hukuman Mati Bagi Pencaci Maki Muhammad

PEDANG TERHUNUS
HUKUMAN MATI BAGI PENCACI MAKI NABI

Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah

Image

Ini bukan buku kemaren sore, karena IBNU TAIMIYAH adalah ULAMA BESAR yang hidup pada abad ke ke 6 HIJRIAH

bisa di check ke :http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Taimiyah


PUJIAN ULAMA Al-Allamah As-Syaikh Al-Karamy Al-Hambali dalam Kitabnya Al-Kawakib AD-Darary yang disusun kasus mengenai manaqib (pujian terhadap jasa-jasa) Ibnu Taimiyah, berkata: Banyak sekali imam-imam Islam yang memberikan pujian kepada (Ibnu Taimiyah) ini. Diantaranya: Al-Hafizh Al-Mizzy, Ibnu Daqiq Al-Ied, Abu Hayyan An-Nahwy, Al-Hafizh Ibnu Sayyid An-Nas, Al-Hafizh Az-Zamlakany, Al-Hafidh Adz-Dzahabi dan para imam ulama lain.

Al-Hafizh Al-Mizzy mengatakan: Aku belum pernah melihat orang seperti Ibnu Taimiyah ….. dan belum pernah kulihat ada orang yang lebih berilmu terhadap kitabullah dan sunnah Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam serta lebih ittiba` dibandingkan beliau.



Izinkan saya curhat sedikit aja ya teman2…🙂

Sepengetahuan saya selama berkunjung ke Gramedia,Gunung Agung atopun Toko buku Khusus ISLAM, baru kali ini lah saya melihat satu buah buku yang luar biasa karena topiknya sangat2 sensitif.

Saya betul2 TIDAK MENYANGKA kalau buku ini bakalan di edarin secara luas (atau kebablasan ya ??). Perkiraan saya dulu, kalau buku2 KERAS dan SENSITIF seperti ini mungkin hanya di edarin di PENGAJIAN2 saja. itu juga pengajiannya FPI, MMI, HIZBUT TAHRIR ataupun JAMAAH ISLAMIAH, klo di pengajiannya ust. Jefri, Ilham Arifin mah pasti gak ada.

ISLAM memang benar2 mengerti saya, disaat saya yakin islam itu BRINGAS dan KEJAM, ISLAM memberikan saya BUKTI yang kuat. ISLAM memang benar2 mengerti saya.


Kenapa? Karena bagi saya buku ini benar2 BODOh bin DUNGU, buku yang BENAR2 MEMBUKA KEDOKNYA yang BUSUK.(Ingat kata2 din syamsuddin. ’Umat islam tidak perlu marah bila nabinya di hina, umat islam gak akan kurang mulianya walau nabinya di hina’. KONTRADIKSI banget ya )

Saya pribadi sampai tersenyum2 dan geleng2 kepala tatkala melihat cover buku ini dan berkata dalam hati ‘Gak sia-sia kunjunganku kali ini ke bagian buku islam’. Aku benar2 dapat PENCERAHAN/HIDAYAH dari TUHAN sewaktu melihat cover buku ini.

Tapi saya sempat juga khawatir ‘masa sih?’ , ‘jangan2 titipan yahudi, CIA, kristen lagi’, ’MISIONARIS yang NYAMAR negh’, juga sempat terpikir seperti kata2 mutiara KELIHGO ‘mungkin aja si penerbit adalah orang2 yang mau menjelekkan islam’.

Lalu saya lihat di halaman belakangnya .. wow ternyata ada katalog 2006, si penerbit dlm thn 2006 aja sudah nerbitin 17 buku islam dan semuanya terjemahan dari bhs arab. Yang semakin membuat saya yakin kalo buku ini benar2 diterbitkan oleh penerbit yang islami tatkala saya membaca buku yg diterbitkan oleh si penerbit berjudul : IBADAH HAJI NABI oleh MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI.


Jadi bisalah kita sepakat sekarang ya.. klo nih buku bisa dibilang ‘tanpa ada rekayasa dari pihak yg benci islam. Ok🙂

Mau kan?? Saya cuman minta kita sepakat ‘ini buku adalah buku islami’, itu aja kok.. saya tidak meminta anda muslimers untuk MEMPERCAYAI buku itu kalau2 ada yang tidak sesuai ama ISLAM versi anda.saya bukan type pemaksa ‘tidak ada paksaan dalam beragama’ 🙂

Balik lagi ke buku…

Perlu saya utarakan. Buku ini judulnya saja MENCACI MAKI,tapi sungguh saya belum ada melihat perkatan yang mencaci maki sang NABI, mungkin tepatnya cuman MENGKRITIK,

Saya pribadi belum mengetahui apakah agama lain memiliki buku seperti ini juga yang mengulas tentang HUKUMAN bagi yang MENCACI maki NABI, agama dan kitabnya, berdasarkan dalil ayat kitab suci tsb dan ‘sunnah’ nya.

Contoh : Hukuman mati bagi PENCACI MAKI PAULUS(bagi pengikut agama paulus kekeke) ataupun HUKUMAN MATI bagi PENCACI MAKI NABI MUSA,’NABI’ SALOMO,’NABI’ DAUD.

Oleh karena itu saya layak bertanya : Apakah mungkin si penulis buku PEDANG TERHUNUS seseorang penganut agama DAMAI ? Ataukan si penulis mempunyai konsep DAMAI yang berbeda? dimana DAMAI yang dimaksudnya TATKALA seluruh manusia beriman kepada ALLAH SWTNYA, NABINYA, AGAMANYA?

Hanya TUHAN, si penulis buku dan muslimers lah yang tau

PENGANTAR
Kondisi pencaci maki Nabi tak terlepas dari tiga hal. Yaitu dia berasal dari kelompok Islam, kelompok kafir dzimmi, atau dari kelompok kafir harbi.

Jika dia seorang Muslim, maka kaum Muslimin telah sepakat tentang kemurtadannya dan mewajibkannya untuk dibunuh.
Al-Qadhi lyadh berkata, “Kaum Muslimin telah sepakat untuk membunuh orang Islam yang mencela dan memaki Rasulullah Demikian pula kesepakatan kaum Muslimin agar membunuh dan mengkafirkan pelakunya ini, telah disebutkan dalam banyak riwayat.”
Imam Ishaq bin Rahuyah, salah seorang imam terkemuka berkata, “Kaum Muslimin telah sepakat bahwa orang yang mencaci Allah Swt dan Nabi , menolak sesuatu yang telah diturunkan oleh Allah Swt atau membunuh salah seorang Nabi, dia menjadi kafir meskipun dia meyakini semua yang diturunkan oleh Allah Swt ”
Al-Khatthabi berkata, “Aku tidak mengetahui seorang Muslim pun yang berselisih pendapat tentang kewajiban untuk membunuhnya.”
Muhammad bin Sahnun berkata, “Para ulama telah sepakat bahwa pencaci dan pencela Nabi itu kafir. Ancamannya dia akan ditimpa dengan azab Allah Swt. Hukumnya menurut umat Islam adalah dibunuh, dan barangsiapa yang meragukan kekafiran dan siksanya, maka dia telah menjadi kafir.”

Jika dia seorang kafir dzimmi, maka kebanyakan ulama sepakat bahwa sanksinya dibunuh. Hukum ini menjadi kesepakatan pula pada masa pertama dari generasi sahabat dan tabi’in. Lalu setelah itu, terjadilah perselisihan.

Jika dia seorang kafir harbi, maka kebanyakan riwayat (hadits) menyatakan bahwa Nabi menginginkan dan menganjurkan si pelaku dibunuh karena perbuatannya tersebut, meskipun di satu sisi beliau juga melarang hal itu diberlakukan atas orang lain yang berbuat sama.
Ibnul Mundzir berkata, “Mayoritas ulama sepakat bahwa sanksi bagi orang yang mencaci Nabi adalah dibunuh. Di antara mereka yang berpendapat demikian adalah Imam Malik, Al-Laits, Ahmad, dan Ishaq, dan ini juga sebagai mazhabnya Imam Asy-Syafi’i.”
Abu Bakar Al-Farisi, salah seorang pengikut Imam Asy-Syafi’i meriwayatkan tentang kesepakatan kaum Muslimin, bahwa sanksi bagi orang yang mencaci Nabi adalah dibunuh, sebagaimana sanksi bagi orang yang mencaci selain Nabi adalah didera. Dan, kesepakatan yang telah diriwayatkan ini sudah menjadi kesepakatan generasi sahabat dan tabi’in terdahulu. Atau, dia memaksudkannya di sini tentang kesepakatan mereka bahwa orang yang mencaci Nabi wajib dibunuh, jika dia seorang Muslim.
Kesimpulannya, bahwa pencaci tersebut bila ternyata dia seorang Muslim, maka dia dinyatakan kafir dan dibunuh menurut ijma’, dan ini adalah pendapat keempat imam mazhab dan yang lainnya, sebagaimana telah diriwayatkan oleh Ishaq bin Rahuyah dan yang lainnya. Jika dia seorang kafir dzimmi, maka dia juga harus dibunuh menurut mazhabnya Imam Malik, Ahlul Madinah, Ahmad, dan para pakar hadits. Dan, kami telah memisahkan bab ini untuk menghadirkan dalil-dalil yang menyatakan kekufuran pencaci tersebut, batalnya janjinya, dan keharusan membunuhnya berdasarkan al-Quran, as-Sunnah, ijma’ para sahabat dan tabi’in, serta dalil i’tibar (qiyas).
Lalu, kajian terhadap dalil-dalil ini saya bagi kepada beberapa pembahasan berikut ini:

Pembahasan Pertama
, dalil-dalil al-Quran yang menyatakan bahwa mencaci menyebabkan batalnya iman dan hilangnya jaminan keamanan, serta mengharuskan si pelaku dibunuh.

Pembahasan Kedua, dalil-dalil as-Sunnah yang menyatakan bahwa mencaci menyebabkan batalnya iman dan hilangnya jaminan keamanan, serta mengharuskan si pelaku dibunuh.

Pembahasan Ketiga, ijma’ para sahabat dan tabi’in yang menyatakan bahwa mencaci menyebabkan batalnya iman dan hilangnya jaminan keamanan, serta mengharuskan si pelaku dibunuh.

Pembahasan Keempat, dalil qiyas yang menyatakan bahwa mencaci menyebabkan batalnya iman dan hilangnya jaminan keamanan, serta mengharuskan si pelaku dibunuh.

DAFTAR ISI
PENGANTAR PENERJEMAH ………………………………………………… viii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………..xi
MUKADDIMAH………………………………………………………………… 1
Bab Pcrtama:
CACI MAKI MENYEBABKAN BATALNYA IMAN, JAMINAN
KEAMANAN, SERTA MENGHARUSKAN SI PELAKU
DIBUNUH….
…………………………………………………………………….9
PENGANTAR…………………………………………………………………………………11
PEMBAHASAN PERTAMA:

Dalil-Dalil al-Quran yang Menyatakan Bahwa Mencaci Menyebabkan Batalnya Iman dan Hilangnya Jaminan Keamanan,serta Mengharuskan Si Pelaku Dibunuh…………………………………………….. 13
PASAL PERTAMA: Dalil-Dalil al-Quran Tentang Batalnya Janji Seorang Kafir Dzimmi Karena Mencaci Serta Kewajiban Membunuhnya………………………………………………………………………………l3
PASAL KEDUA: Dalil al-Quran Tentang Kemurtadan Seorang Muslim Karena Mencaci Maki dan Kewajiban untuk Membunuhnya…………………………………………………………………………….. 22

PEMBAHASAN KEDUA:
Dalil-Dalil dari As-Sunnah Bahwa Mencaci Maki Bisa Menghapus
Iman dan Rasa Aman, Serta Mewajibkan Pelakunya untuk Dibunuh…..59
Pendahuluan………………………………………………………………………………… 59
PASAL PERTAMA: Syariat untuk Membunuh Seorang Wanita Karena Telah Mencaci Maki Nabi, Baik yang Berasal dari
Kalangan Kafir Dzimmi, Mu’ahad dan Harbi, Maupun Mengaku Muslimah…………………………………………………………..-………..—………-.-…60
PASAL KEDUA: Dalil dari as-Sunnah Tentang Kafirnya Seorang
Muslim Karena Mencaci Maki Nabi dan Kewajiban
Membunuhnya
Meskipun Telah Bertaubat
……………………………………..75
PASAL KETIGA: Dalil dari as-Sunnah yang Menyatakan
Batalnya Sumpah Janji Seorang Kafir Dzimmi dan Mu’ahid
Karena Mencaci Nabi dan Kewajiban Membunuhnya………………. 110
PASAL KEEMPAT: Halalnya Darah Seorang Kafir Harbi Karena Mencaci Maki Nabi Meskipun Dia Bertaubat……………………………. 125

PEMBAHASAN KETIGA:
Ijma’ Sahabat dan Tabiin atas Kekafiran dan Hukuman Mati bagi Pencaci Maki Nabi………………………………………………………………………….. 141

PEMBAHASAN KEEMPAT:

Dalil Qiyas tentang Caci Maki Membatalkan Hak Perlindungan dan Mewajibkan Pelakunya untuk Dibunuh……………………………………………. 146
Pendahuluan………………………………………………………………………………. 146
PASAL PERTAMA: Sisi Argumentasi Analogi pada Batalnya Perjanjian Damai Karena Caci Maki…………………………………………….. 146
PASAL KEDUA: Beberapa Syubhat (Keraguan) dan Sanggahannya……………………………………………………………………………. 155

Bab Kedua:
HUKUMAN MATI BAGI PENCACI MAKI, DAN TIDAK DIBOLEHKAN MEMPERBUDAK, MEMBEBASKAN SECARA CUMA-CUMA, ATAU DENGAN TEBUSAN………………………… 183
PENGANTAR……………………………………………………………………………….185
PENDAHULUAN.
…………………………………………………………………………186
Pendapat Ulama Tentang Ketetapan Hukuman Mati Seorang
Dzimmi yang Mencaci Mak
i…………………………………………………………. 186

PEMBAHASAN PERTAMA:
Hukum Orang yang Membatalkan Perjanjian Damai Secara Umum….189
PASAL PERTAMA: Orang yang Membatalkan Perjanjian
Memiliki Pengaruh dan Kekuatan Pertahanan ……………………………… 189
PASAL KEDUA: Orang yang Membatalkan Perjanjian dan
Dapat Dikalahkan Berada dalam Kekuasaan Kaum Muslimin……….. 195

PEMBAHASAN KEDUA:
Kepastian Hukuman Mati bagi Dzimmi Karena Mencaci Maki …………..206
Dalil Tentang Kepastian Hukuman Mati bagi Seorang Dzimmi
yang Mencaci Maki………………………………………………………………………207
Dalil Tentang Tidak Tepatnya Hukuman Cambuk bagi
Pelanggaran Ini…………………………………………………………………….-..-….221

Bab Ketiga:
MENGHUKUM PENCACI MAKI TANPA DIMINTA TAUBAT
SAMA SAJA BAIK MUSLIM ATAU KAFIR
………………………….. 229
PENGANTAR……………………………………………………………………..231
PEMBAHASAN PERTAMA:

Upaya agar Orang yang Murtad Bertaubat……………………………………….233
PASAL PERTAMA: Diterimanya Taubat Orang yang Murtad ………..233
PASAL KEDUA: Hukum Mengupayakan Agar Orang yang
Murtad Bertaubat…………………………………………………………………………240

PEMBAHASAN KEDUA:
Permintaan Bertaubat bagi Pencaci Maki …………………………………………245
PENDAHULUAN: Beberapa Pendapat Ulama Tentang
Dimintanya Seorang Pencaci Maki untuk Bertaubat………………………245
PASAL PERTAMA: Argumentasi yang Berpendapat Perlunya Meminta Taubat dari Seorang yang Mencaci Maki………………………..250

PEMBAHASAN KETIGA:
Taubat dari Perbuatan Kriminal dan Pengaruhnya bagi Pembatalan Hukuman ……………………………………………………………………………………….345
1. Taubat Pembegal Jalan…………………………………………………………..345
2. Taubat Seorang Murtad………………………………………………………….. 345
3. Taubat Pembunuh dan Penuduh Zina……………………………………..345
4. Taubat Orang yang Berzinadan Mencuri…………………………………346
! 5. Taubat Pencaci Maki dan Penghujat………………………………………..346

Bab Keempat:
[b]PENGERTIAN CACI MAKI DAN PERBEDAANNYA DENGAN SEKADAR MENGKAFIRKAN…………………………………………..
349
PENGANTAR…………………………………………………………….. 351
PEMBAHASAN PERTAMA:[/b]
Caci Maki Adalah Kekafiran Secara Lahir dan Batin …………………………352
Caci Maki Adalah Kafir, Baik Orang yang Mencaci Maki Itu
Sengaja dan Menghujat ataupun Bercanda…………………………………..353
Kesalahan Besar Orang yang Mengaitkan Kekafiran Pelaku Caci Maki dengan Pengakuan Halalnya Perbuatan Itu………………………….355
Pangkal Syubhat yang Menjadikan Keraguan di Sini …………………….360
Kesalahan Pernyataan Jahmiyah Tentang Masalah Ini ………………….366
Pendapat Ulama Tentang Kekafiran Orang yang Mencaci Maki
dan Bahwa Caci Maki Itu Menghalalkan Darahnya……………………….368

PEMBAHASAN KEDUA:
Perbedaan Antara Caci Maki dengan Kemurtadan Murni………………….372
Caci Maki yang Membatalkan Akad Perlindungan Orang
Dzimmi ……………………………………………………………………………………….373
Alasan Orang yang Membedakan Antara Keyakinan Caci Maki Sebagai Agama dan yang Tidak …………………………………………………..375
Kesalahan Fatal dalam Pendapat yang Memisahkan Kedua Hal Tadi…………………………………………………………………………………………….376

PEMBAHASAN KETIGA:
Hukum Caci Maki Terhadap Para Nabi Selain Muhammad ………….384

PEMBAHASAN KEEMPAT:
Caci Maki Terhadap Istri Rasul …………………………………………………….385
Caci Maki Terhadap Istri Rasulullah i Selain Aisyah ……………386

PEMBAHASAN KELIMA:
Hukum Caci Maki Terhadap Allah Swt ………………………………………………387
PASAL PERTAMA: Hukum Orang yang Mencaci Maki Allah Swt
dari Golongan Kaum Muslimin …………………………………………………….387
PASAL KEDUA: Hukum Orang yang Mencaci Maki Allah Swt
dari Golongan Orang Kafir Dzimmi………………………………………………391

PEMBAHASAN KEENAM:
Caci Maki Terhadap Para Sahabat…………………………………………………..401
PASAL PERTAMA: Tentang Hukum Haramnya Caci Maki
Terhadap Para Sahabat……………………………………………………………….402
PASAL KEDUA: Tentang Hukum Caci Maki Terhadap Sahabat ……405

———–


Ada kah yang merasakan kedamaian islam setelah membaca daftar isi buku ini?

Read More

Posted on 10 July 2011, in ajaran and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: