Category Archives: moral

moral category

BUKU ISLAM: Aisha Digauli Saat Umur 9 Tahun

LIHAT JUGA : buku-islam-aisyah-digauli-umur-9-tahun-t9483/

AISYAH AISHA ISTRI NABI ISLAMI AKHLAK PEDHOPILIA ANAK KECIL AISYA POLIGAMI NABI SAW

Judul : Mengapa Nabi SAW berpoligami
Diterjemahkan dari JUDUL asli : women in the eyes and heart of muhamad
Karya : Dr.Ali Syariati
Terbitan school Publication ,Teheran
Penerbit di Indonesia : PENERBIT MISBAH
Email : Pantera@cbn.net.id

Image

Buku ini TANPA MALU-MALU mengakui AISYAH itu UMURNYA 7 TAHUN waktu di nikahi oleh MUHAMAD.

Dari mana Penulis itu mendapatkan umur 7 tahun? Tentu dari hadits seperti berikut ini :

Sahih Muslim Book 008, Number 3311
‘A’isha (Allah berkenan padanya) mengatakan bahwa Rasulullah (saw) menikahi dia ketika dia berusia tujuh tahun, dan dia dibawa ke rumah Nabi sebagai pengantin ketika berusia sembilan tahun, dan boneka2nya ikut bersamanya; dan dia (sang Nabi) mati ketika ‘A’isha berusia delapan belas tahun.

Sunan Abu-Dawud Book 41, Number 4915, also Number 4916 and Number 4917
Dinyatakan Aisha, Ummul Mu’minin:
Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku berusia tujuh atau enam tahun. Ketika kami tiba di Medina, beberapa wanita datang, menurut versi Bishr:Umm Ruman datang padaku ketika saya sedang bermain ayunan. Mereka memandangku, mempersiapkanku, dan mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke Rasul Allah, dan ia hidup bersamaku sebagai suami istri ketika aku berusia sembilan tahun. Ia (Umm Ruman) menghentikanku di pintu, dan aku meledak tertawa.

[Anda mau setuju atau tidak setuju,itu bukan urusan saya.Yang JELAS Hadits2 yang kami kutip tentang UMUR aisyah 6 dan 7 tahun itu BENAR adanya,BUKAN HADITS PALSU atau hadits yang DITAMBAH2in,terbukti dengan adanya pihak MUSLIM yang menyebut umur aisyah 7 tahun waktu dinikahin NABI.dan penulis juga mempercayai umur 7 tahun pada waktu dulu belumlah dewasa,tetapi masih anak2,ini sekaligus juga untuk membantah muslimers yang berargumen ‘jaman dulu itu walau umur 7 tahun,tapi sdh dewasa loh ‘. Seperti biasa, Kalau keberatan, Proteslah ke email tsb )

Baik, langsung saja saya kutipkan cerita dari buku tsb dari Halaman 78

Di sisi lain, Aisyah, anak perempuan Abu Bakar, adalah gadis pertama yang lahir dalam keadaan Islam. Kualitas inilah yang membuatnya mempunyai keistimewaan tersendiri dibanding-kan selainnya, dan telah memotivasi para sahabat dan teman-teman seperjuangan Rasulullah untuk menjadikannya sebagai istri Rasulullah. Hanya kelembutan hati nurani (dan bukan akal ataupun logika) yang mampu memahami keluruhan usulan itu. Manakala bunga pertama mekar di taman, manakala buah pertama matang di kebun, maka semua itu merupakan hasil usaha keras si tukang kebun. Hati manusia akan menyadari bahwa bunga atau buah pertama itu murni milik si tukang kebun dan kekayaan yang hanya layak dimiliknya.

Abu Bakar adalah figur manusia yang penuh kelembutan, kesetiaan dan kecintaan yang meluap kepada Rasulullah. Dia sangat mengharapkan Rasulullah untuk mengawini anak perempuan-nya itu. Tetapi, waktu itu Aisyah baru berusia 7 tahun, sedangkan Muhammad saw telah berusia di atas 50 tahun. Di rumah beliau ada Fatimah yang masih membutuhkan kasih sayangnya. Di luar rumahnya musuh-musuh berkeliaran, seperti Abu Jahal, sementara kehidupan beliau masih terkungkung dengan kepahitan, kekerasan dan penderitaan. Yang paling beliau butuhkan pada situasi semacam itu adalah pasangan jiwa (soulmate) untuk berbagi suka dan duka. Dan beliau merasa bahwa putri Abu Bakar yang baru berusia 7 tahun itu kurang cocok untuk situasi yang demikian.

Akan tetapi, dengan berbagai pertimbangan, Muhammad saw pada akhirnya meminangnya (dan baru dua tahun kemudian mereka hidup bersama). Maka, anak perempuan pertama yang lahir dalam keadaan memeluk Islam dan merupakan barisan pertama generasi Islam itu menjadi istri Rasulullah. Dengan perkawinan tersebut, Muhammad dan Abu Bakar telah menjalin ikatan kekerabatan. Sosiologi Baduwi dan kesukuan mengakui bahwa ikatan kekerabatan pada zaman dan situasi waktu itu merupakan bentuk ikatan yang paling kuat untuk menyatukan dua manusia.

Aisyah merupakan satu-satunya istri Rasulullah yang masih gadis ketika dinikahi, dan satu-satunya yang kecantikan dan kefemininannya menarik hati Nabi Muhammad. note : Kecantikan opo? wong masih ingusan..kekekeke

Meski demikian, kecantikannya itu bukan merupakan alasan utama kebersamaan mereka, karena bagaimana mung-kin kecantikan seorang gadis kecil berusia 7 tahun mampu membangkitkan perasaan sese-orang yang telah berusia 50 tahun.

Perkawinan mereka lebih merupakan per-paduan simbolis yang dikaitkan dengan kela-yakan yang bisa diterima akal. Tidak tepat menganggap hasrat dan cinta sebagai alasan perkawinan itu. Baru dua tahun kemudian ketika berada di Madinah mereka memulai hidup ber-sama.
Kita mesti menyadari bahwa cinta Muhammad saw terhadap Aisyah tepat seperti apa yang diungkapkan oleh penulis kontemporer Mesir, Muhammad Husayn Haykal: “…Berkembang setelah perkawinannya dan bukan sebelumnya. Sulit dipercaya Muhamad jatuh cinta pada gadis kecil berusia 7 tahun. Jadi tak bisa dinyatakan bahwa perkawinan itu hanya karena cinta semata.”

Dengan kata lain, perkawinannya dengan perempuan yang paling muda dan paling cantik di antara istri-istri Muhammad adalah demi kepentingan sosial dan politis semata …

Read More

Advertisements

Hak Ngeseks bagi Nabi Muhammad SAW

Hak ngesex Nabi tercantum dalam Q 33:50.

Q 33:50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Thabari akan ayat di atas panjangnya bukan buatan, sampai mencapai 13 halaman! Hal ini bisa dimengerti karena ternyata hak ngesex Nabi BANYAK SEKALEEE. Mari kita simak satu per satu enaknya jadi Nabi Islam.

Image
Image
Nabi berhak menikahi para wanita lewat pembayaran mahar atau mas kawin. Nabi pun berhak ngesex doank tanpa nikah dengan tawanan/budak wanita.
Image

Selain itu, ternyata Nabi pun berhak untuk nikah tanpa bayar mahar, dan ini merupakan hak khusus bagi Nabi saja, tapi terlarang bagi seluruh Muslim manapun.
Image
Nabi juga berhak untuk ngesex dengan Muslimah mana pun yang menyerahkan diri padanya, dinikahi atau tidak dinikahi oleh Nabi, tanpa mahar, tanpa wali, yang penting lubangnya halal semua.
Image

Perhatikan keterangan nomer 28644 di bawah: “Bahkan jika seorang wanita menyerahkan diri kepada beliau, ia dihalalkan bagi beliau, meskipun tanpa mahar, sebagai pengkhususan bagi beliau, bukan untuk semua orang mukmin.” Wanita itu ternyata halal bagi Nabi, meskipun tidak dinikahi segala. Hal ini tampak lebih jelas di keterangan nomer 28645 di bawah, di mana seorang wanita ingin ngesex dengan Muslim, tapi dilarang karena wanita itu telah menyerahkan diri kepada Nabi. Wanita ini jelas bukan istri Nabi, dan dia tidak boleh ngesex dengan siapapun selain Nabi, hanya karena dia telah menyerahkan diri pada Nabi.
Image
Keterangan berikut jarang diketahui Muslim, apalagi non-Muslim. Allah SWT sebenarnya melarang Nabi menikahi wanita lain setelah nikah heboh dengan Zainab binti Jahsh. Ini terjadi saat Nabi sedang mengepung benteng suku Yahudi Qurayza, yang nantinya berakhir dengan pembantaian 900 anak laki dan pria dewasa Yahudi. Tapi setelah menikah dengan Zainab, ternyata Muhammad tetap saja menambah jumlah istrinya secara gila2an sampai ajalnya. Thabari di buku sejarah Islamnya mengatakan jumlah istri Muhammad mencapai 21 orang. Zainab binti Jahsh adalah istrinya yang ke 7 atau 8.

Image
Image
Image

Ternyata Muhammad sendiri mengakui bahwa aturan nikah Muslim, dengan batasan 4 istri, kewajiban bayar mahar, harus ada wali, harus ada 2 saksi, semuanya adalah kesempitan/kesukaran baginya. Nafsu sexnya jauh lebih kuat daripada keinginannya untuk mengikuti aturan nikah Islam tersebut. Nabi Islam ternyata tidak mampu menerapkan hukum Islam, sehingga minta dispensasi atau perlakukan khusus! Agar praktis dan tidak revoth lagi, Allah SWT memberi hak ngesex khusus bagi Nabi, dan larangan keras bagi Muslim untuk tidak melakukan sunnah Nabi tersebut. Dengan demikian, apa yang HARAM bagi Muslim, ternyata bisa disulap dengan mudah sekali menjadi HALAL bagi Nabi Muhammad SAW. Enak kaaan jadi nabi Islam?

Apakah benar Nabi itu adalah suri teladan sempurna bagi umat manusia?

Q 33:21
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Jika iya, mengapa dia sendiri tidak mau umat Muslim mengikuti perbuatan ngesexnya yang bebas merdeka itu? Mengapa hal yang HARAM dalam Islam menjadi HALAL jika Nabi sendiri yang melakukannya?


Read More

Muhammad Menghancurkan Pernikahan Zaid

Image


Zaid dan Zainab. Pinjem gambarnya bentar ya.



Melalui tafsir Qur’an-nya, Thabari menjelaskan bahwa Muhammad meminta Zainab untuk menikah dengan putra angkat Muhammad yakni Zaid bin Haritsa. Zainab menolak keras sambil marah2. Guna memaksa Zainab untuk menurut, maka Allah membantu Muhammad dengan menurunkan Q 33:36. Zainab tak bisa melawan lagi dan terpaksa tunduk pada kemauan Muhammad.

Image

Image
Image
Image

Kita pikir mungkin kisahnya selesai sampai di sini. Tapi ternyata tidak begitu …



Kisah pernikahan Zaid dan Zainab bersambung ke ayat berikutnya, yakni Q 33:37. Disini, Thabari menjelaskan bahwa setelah menikahkan secara paksa Zainab dengan Zaid, ternyata Muhammad lalu jatuh cinta pada Zainab, yang bukan hanya adalah istri orang lain, tapi juga menantunya sendiri, dan istri putra angkatnya. Untuk lengkapnya, silakan baca sendiri keterangan Thabari.

Image
Image
Image
Image

Hanya dengan perbedaan satu ayat saja, Zainab harus berganti suami dengan cepatnya. Ini bagaikan kemaren dia menikah dan ngesex dengan Zaid, tapi keesokan harinya dia harus menikah dan ngesex dengan mertuanya sendiri. Gila, bukan?

Image
Yang lebih gila lagi, ternyata Muhammad sendirilah yang menghancurkan pernikahan Zaid dan Zainab, dengan tingkahnya yang tertarik secara sexual terhadap Zainab, menantunya sendiri. Thabari menjelaskan hal ini sebagai berikut (perhatikan keterangan dalam kotak kuning):

Image

Ternyata Zaid tidak suka dengan sikap Muhammad yang tertarik pada istrinya. Dia pun tak suka dengan sikap Zainab yang malahan bangga karena mertuanya berahi terhadap dirinya. Suami mana yang tak muak pada sikap istri seperti itu? Karena itulah Zaid akhirnya menceraikannya.

Apakah yang didapat Zaid dari semua ini?
Jawabannya adalah:

1. Pernikahan Zaid bin Muhammad hancur berantakan;
2. Zaid bin Muhammad kehilangan istrinya yang cantik jelita, gara2 diembat sendiri oleh bapak angkatnya;
3. Bapak angkatnya (Muhammad) tidak lagi menganggapnya sebagai anak kandung, dan Muhammad menurunkan Q 33:5 yang menyuruh seluruh umat Muslim membatalkan memanggil anak angkat dengan nama keluarga sendiri. Karena Q 33:5, maka nama Zaid bin Muhammad diganti jadi Zaid bin Haritsa. Ini jelas turun pangkat yang sangat merugikan kedudukan Zaid.


Qur’an, Surat Al-Ahzaab, ayat 5
Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan Zaid menerima semuanya ini. Memang tak ada literatur Islam yang menjelaskan bagaimana perasaan Zaid menghadapi semua ini. Tapi sebagai manusia, kita bisa membayangkan bahwa dia tentunya sangat tersinggung, terluka, dan terhina. Istrinya hilang, pernikahannya hancur berantakan, kedudukannya sebagai putra pemimpin umat Muslim dicabut. Tak ada seorang pun manusia yang merasa bahagia diperlakukan seperti itu oleh ayah angkatnya sendiri.

Muhammad tentunya tahu akan perasaan Zaid, yang menjadi bagaikan duri bagi dirinya. Bisikan orang2 bahwa dia “mencuri istri orang/anak angkat sendiri” ternyata tidak bisa hilang, tak peduli berapapun banyaknya ayat2 Qur’an yang telah diucapkan. Aib seperti itu memang tak akan pernah hilang. Karena itu, Muhammad merencanakan cara untuk menyingkirkan Zaid untuk selamanya. Pada tahun 8 H/629 M, Muhammad memerintahkan Zaid bin Haritsa untuk memimpin pasukan Muslim menyerang pasukan Byzantium yang begitu kuat di Mu’tah, Syam (Syria). Muhammad tahu pasukan Muslim Zaid yang hanya berjumlah 3.000, tidak akan mampu memenangkan perang melawan pasukan raksasa Byzantium yang berjumlah 100.000. Ini merupakan kesempatan bagus bagi Muhammad untuk membunuh Zaid secara tak langsung, dan menghilangkan aib “mencuri istri orang/anak angkat sendiri.” Mana mungkin 3.000 tentara garong bisa menghadapi 100.000 tentara profesional?

Zaid bin Haritsa memang akhirnya mati ditombak musuh sampai tubuhnya terbelah. Banyak korban berjatuhan di pihak Muslim, sehingga tentunya kematian Zaid tidak menimbulkan kecurigaan apapun pada Muhammad. Tapi kita semua tahu bahwa Muhammad adalah orang yang penuh tipu muslihat dan tega melakukan apapun untuk melampiaskan nafsunya. Ketika berita gugurnya Zaid dan balatentara Muslim sampai kepada Muhammad, dia berpura-pura menangis air mata buaya dan menyatakan mereka semua mati syahid. Mission accomplished for Muhammad. Dia telah sukses menyingkirkan Zaid dan tetap tampak sebagai Nabi suci di mata umat Muslim. Tapi di mata para kafir yang tajam menusuk, dosanya tampak begitu nyata, tebal menyelimuti seluruh tubuhnya, dan berbau busuk.
Apa sih tujuan dari Q 33:37 sebenarnya?
Thabari menerangkannya sebagai berikut:

Image

Berdasarkan keterangan Thabari di atas, Q 33:37 diturunkan agar Muslim tak ragu menikahi istri anak-angkat mereka, setelah diceraikan. Pesan ini sungguh janggal, aneh, dan tak masuk akal, bahkan bagi Muslim yang beriman Islam sekalipun. Sampai detik ini tiada Muslim yang tega melakukan sunnah Nabi menikahi istri anak-angkat sendiri, meskipun sudah diceraikan sekalipun. Meskipun tidak mau mengakui secara terus-terang, umat Muslim tidak mau aib seperti ini terulang kembali dalam kehidupan mereka, sehingga mereka akhirnya malah enggan melanjutkan tradisi adopsi sama sekali.

Sejak itulah, umat Muslim tidak lagi memungut anak dan memperlakukannya sebagai anak kandung sendiri, dalam pengertian (1) tiada pembagian warisan, (2) tiada pemberian nama keluarga, dan (3) tiada pengakuan resmi sebagai anggota keluarga.

Read More

Muhammad Ngeseks dengan Maria Qubtiah

Image

 
Masih ingat gambar dari Adadeh di atas yang menghebohkan seantero Nusantara dua tahun terakhir ini? Kita tentunya masih ingat caci-maki, kutuk, sumpah-serapah, ancaman cincang, ancaman mati, api neraka, hinaan2 luarbiasa yang dilemparkan pada Adadeh. Sekarang saya ingin mencoba meluruskan kesalahpahaman umat Muslim yang mengira Adadeh hanya memfitnah dan menghina Nabi Muhammad SAW tanpa sumber informasi yang benar dan bertanggungjawab. Cara terbaik mencari kebenaran kisah Muhammad dan Mariah Qubtiah adalah dari sumber Islam sendiri. Mari kita periksa dua buah kitab Islam yang terpercaya dan masih digunakan umat Muslim di berbagai madrasah, pendidikan rendah sampai tinggi Islam di seluruh dunia.

1. Sumber pertama: SEBAB TURUNNYA AYAT AL-QUR’AN, oleh Jalaluddin As-Suyuthi

Image
Image
Image

Keterangan Suyuthi ternyata cocok dengan komik jenaka Adadeh yang menggambarkan Muhammad ngebor Mariah di rumah Hafsah dan kepergok oleh Hafsah yang lalu mencak2 bagaikan layaknya istri yang mendapati suaminya ngebor babu di ranjangnya.

 
2. Sumber kedua: TAFSIR QUR’AN, oleh At-Thabari, volume 25
Kisah skandal sex di buku tafsir Thabari ini hanya bisa tersaingi oleh stensilan Annie Arrow!! Sungguh buku yang berbahaya bagi umat Muslim, apalagi jika jatuh ke tangan kafir kayak gw. Image

Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image

Nah, setelah membaca keterangan dari Suyuthi dan Thabari di atas, tentunya kalian semua tahu bahwa komik bang Adadeh memang tepat dan bukan fitnah terhadap Nabi besar aurat Islam SAW. Bagi umat Muslim, saya persilakan melakukan sunnah Nabi menggendong babu ke ranjang istri dan mengebornya sampai hamil.

Shuban Allah!!
Image

Read More

Apakah Muhammad Memperkosa Safiyah?

Apakah Muhammad Memperkosa Safiyah?
Oleh: Ali Sina
2 Januari, 2010

Amir adalah salah seorang dari banyak Muslim yang menulis padaku untuk menantangku berdebat. Aku katakan padanya bahwa aku aku hanya mau berdebat dengan para ahli Islam yang terkenal, atau dengan Muslim yang mau membaca bukuku. Amir menerima tantanganku untuk membaca bukuku. Aku kirim dia bukuku versi keempat dalam bentuk PDF. Setelah membaca bukuku, Amir mengalami keadaan murtad atau hampir murtad. Tak ada seorang pun yang baca bukuku dan tetap masih percaya akan Islam.

Kebanyakan Muslim yang menerima bukuku tidak pernah menulis kembali padaku. Aku yakin mereka jadi takut dan berhenti membaca. Beberapa dari mereka cukup berani untuk membaca sampai habis. Amir adalah salah satu dari mereka.

Dia ajukan beberapa pertanyaan. Pada dasarnya, dia ingin aku “mengajukan bantahan” terhadap tulisan Bassam Zawadi. Selama ini aku tidak begitu mempedulikan Zawadi karena artikel² yang ditulisnya tentang Muhammad malahan membenarkan apa yang kukatakan. Akan tetapi demi kepentingan orang² yang tak mampu melihat hal ini, aku akan mengabdikan bulan² berikut untuk menjawab pernyataan Pak Zawadi.

Berikut adalah e-mail dari Amir dan jawabanku atas pertanyaan pertamanya tentang Safiyah, istri Muhammad berdarah Yahudi. Kisahnya tercantum di sini.

Amir:


Hai Pak Ali Sina,
Jujur saja kukatakan padamu: IYA, bukumu memang telah menggoncangkan iman Islamku yang kecil dan dangkal. Sekarang aku ingin jawabanmu satu per satu terhadap semua argumen yang kuajukan, yang ditulis oleh para ahli Islam, seperti yang telah kau janjikan padaku dan membantuku untuk meninggalkan Islam selamanya, ATAU biarkan aku berada dalam keraguan dan kebingunan yang nantinya akan membuatku melawan pikiranku, keluargaku, dan masyarakatku. Tapi Pak Sina, kuharap kau melakukan pilihan pertama.

Tuduhan Nomer 1: “Tukang Perkosa”
Sungguh menarik bahwasanya Ali Sina menganggap Nabi memperkosa Safiyyah. Kita tak perlu menanggapi tuduhan² tolol ini, dan sebaiknya membahas hal penting lain saja. Tapi jika ada orang yang tertarik untuk mengetahui tentang Safiyyah, maka silakan baca artikel hebat yang ditulis oleh saudara kita Bassam Zawadi:

http://www.answering-christianity.com/b … rophet.htm


Dalam bantahannya, Basam Zawadi mengutip berbagai hadis untuk membuktikan bahwa tidaklah adil untuk mengatakan pernikahan Muhammad dengan Safiyyah adalah perkosaan, karena sebenarnya Safiyyah mencintai Muhammad. Inilah yang ditulisnya:


Zayd ibn Aslam berkata, “Ketika Nabi sangat sakit dan hampir mati, istri²nya datang mengelilinginya. Safiyyah binti Huyyayy berkata,’ Wahai Rasul Allah, demi Allah, aku ingin berada di tempatmu.’ Mendengar perkataannya, istri² Nabi mengedipkan sebelah mata padanya. Sang Nabi melihat perbuatan mereka dan berkata, ‘Cuci mulut kalian.’ Mereka berkata, ‘Kenapa kok gitu, Rasul Allah?’ Dia berkata, ‘Karena kau mengedipkan mata padanya, demi Allah, dia berkata jujur.’”
(ref. Ibn Sa’d, Tabaqat, vol. 8, p.101, Cited in Muhammad Fathi Mus’ad, The Wives of the Prophet Muhammad: Their Strives and Their Lives, hal.175)



Image

Untuk mengerti dinamisme keadaan, kita harus menelaah lebih jauh pernyataan² dalam hadis ini. Setiap kejadian, jika dilihat sebagai satu kejadian saja, maka maknanya akan tampak kabur. Jika kita kumpulkan berbagai hadis jadi satu, seperti susunan gambar teka-teki, maka gambar sebenarnya akan muncul.

Safiyah adalah tawanan perang, dalam segala makna. Ayahnya dan pamannya dipenggal, dan suaminya disiksa sampai mati. Semua saudara lelaki dan anggota keluarga lakinya dibantai dan anggota keluarga wanitanya diperbudak oleh Muslim. Akhirnya dia ditinggal seorang diri saja dan dalam keadaan tertangkap musuh.

Apakah masuk akal bahwa orang waras dalam keadaan seperti Safiyah bisa jatuh cinta pada penangkapnya dan pembunuh orang² yang dicintainya? Tentu saja tidak masuk akal sama sekali.

Sains telah berkembang dalam setiap bidang, termasuk psikologi. Banyak kejadian yang mengherankan banyak orang selama berabad-abad, terutama tentang Muhammad dan kehidupannya, sekarang bisa dijelaskan melalui penemuan² di bidang psikologi. Bukuku, Mengenal Muhammad, adalah analisa psikologi tentang Muhammad. Ini adalah satu²nya buku yang membahas hal ini.

Jawaban dari pertanyaan ini tercantum di bagian delapan, edisi kelima bukuku. Amir, kau baca edisi yang keempat. Berikut adalah keterangan singkatku.

Image
Cameroon Hooker

Cameroon Hooker, orang sakit jiwa, menculik Colleen Stan, gadis usia 20 tahun, dan menyimpa Colleen dalam kotak kayu seperti peti mati di bawah tempat tidurnya selama tujuh tahun. Setelah Colleen berhasil melarikan diri, dia tidak melaporkan Hooker pada polisi. Hooker ditangkap polisi setelah istrinya mengaku apa yang diperbuat suaminya, karena seorang pendeta menasehatinya untuk melaporkan suaminya pada polisi.

Dalam pengadilan, Colleen tidak membantu pihak Jaksa Penuntut. Lebih parah lagi, pengacara Hooker malahan menayangkan bukti surat cinta yang ditulis oleh Colleen bagi Hooker.

Image
Colleen Stan

Fakta sudah jelas. Colleen diculik, hidupnya terancam, dan dia disekap dalam kotak kayu selama tujuh tahun.

Lalu mengapa Colleen tidak membantu pihak Jaksa Penuntut? Kenapa bikin surat cinta segala? Para juri tidak bisa menunjuk bahwa Hooker bersalah karena Colleen tidak tampak marah akan apa yang dialaminya. Teka-teki aneh ini terpecahkan oleh seorang ahli jiwa yang menjelaskan bahwa dibawah tekanan berat, para tawanan biasanya mengalami perkembangan perasaan cinta dan kesetiaan terhadap para penawannya. Inilah yang disebut sebagai sindrom Stockholm.

Image
Colleen Stan dikurung dalam kotak kayu ini selama tujuh tahun di bawah tempat tidur Hooker.

Sindrom ini merupakan mekanisme penyesuaian diri pada keadaan yang begitu mengerikan. Hooker lalu dihukum seumur hidup, tanpa diberikan hak untuk mengajukan pembebasan bersyarat.

Hanya melalui keterangan psikologi manusia macam ini kita bisa mengerti pernyataan aneh cinta Safiyah terhadap pembunuh orang² yang paling dikasihinya.


Read More